ISTANBUL, FraksiGerindra.id — Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Muhammad Husein Fadlulloh, menegaskan pentingnya reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar tetap relevan dan efektif dalam menghadapi dinamika global. Ia menilai PBB merupakan aset penting bagi masyarakat dunia yang tidak boleh kehilangan fungsi strategisnya. Menurut Husein, PBB harus berani melakukan pembaruan internal melalui peninjauan Piagam PBB guna memastikan keberlanjutan peran dan legitimasi lembaga tersebut di tingkat global. “Bagi Indonesia, reformasi PBB bukan sekadar soal prosedur, melainkan soal kemanusiaan,” kata Husein dalam sesi pembahasan efektivitas dan representativitas PBB melalui peninjauan Piagam pada forum Inter-Parliamentary Union ke-152 di Istanbul, Sabtu (18/4/2026). Ia menambahkan, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto, Indonesia mendorong terwujudnya PBB yang lebih adil, relevan, dan demokratis. Menurutnya, keadilan dalam PBB tercermin dari sikap yang tidak berpihak pada kekuatan tertentu serta mampu melindungi negara-negara yang lebih lemah. Sementara itu, relevansi PBB dinilai dari kemampuannya dalam merespons tantangan global seperti ketahanan pangan, energi, dan krisis iklim. Adapun aspek demokratis diwujudkan melalui peningkatan peran negara-negara berkembang dalam menentukan arah kebijakan global. “Demokratis tercermin dari keterlibatan lebih besar negara-negara berkembang untuk menentukan arah masa kebijakan global,” ujarnya. Delegasi BKSAP DPR RI juga mengajak parlemen negara anggota IPU untuk mengambil langkah konkret …
Related Posts
-
Politik
Hj.Mariana Berbagi Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Tanah Laut, Kalimantan Selatan
-
Politik
Yan Mandenas Kunjungi Kampung Nelayan Mariadei, Pastikan Pembangunan Berdampak bagi Warga
-
Politik
Annisa Mahesa Edukasi Gen Z soal Investasi agar Tak Terjebak FOMO
-
Politik
Abu Vulkanik dan Kemarau Landa Lampung, Ruby Chairani Salurkan Masker dan Air Bersih