JAKARTA, Fraksigerindra.id — Anggota Komisi IV DPR RI, Sumail Abdullah, menyoroti sejumlah persoalan sektor kehutanan dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI bersama Menteri Kehutanan RI di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (24/11/2025). Ia menilai tren penurunan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada 2024–2025 sebagai capaian positif, namun mengingatkan perlunya upaya berkelanjutan agar tidak bersifat musiman. “Ke depan kita inginkan penanganan yang lebih serius lagi sehingga kebakaran-kebakaran hutan tidak terjadi lagi,” ujar Sumail. Sumail juga menyoroti kondisi kawasan Taman Nasional Baluran, khususnya hutan Bitakol seluas sekitar 1.500 hektare yang sebelumnya berada di bawah Perhutani dan kini diserahkan kepada pihak taman nasional. Ia menilai kerusakan kawasan semakin parah setelah pengelolaan beralih. “Pembalakan liar, pencurian kayu jati di sana, seolah ada pembiaran. Tentu ini tidak bisa dibiarkan agar ekosistem di situ tidak rusak dan spesies-spesies yang ada tetap terjaga,” ucap legislator Dapil Jawa Timur ini. Selain itu, ia mengingatkan perlunya mitigasi terhadap ternak milik masyarakat yang mulai memasuki kawasan konservasi, serta penyempitan hutan savana yang menjadi habitat penting satwa liar. Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya mengancam kelestarian kawasan, tetapi juga berpotensi menimbulkan konflik horizontal. Persoalan lain yang turut disampaikan adalah sengketa penguasaan lahan sekitar 300 hektare di Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, …
Related Posts
-
Politik
Komisi II Paparkan Capaian Setahun, Fokus Perbaiki Tata Kelola Pemerintahan Daerah
-
Politik
Unru Baso Minta Kemendag Tindaklanjuti Kenaikan Harga Pangan Menjelang Natal dan Tahun Baru
-
Politik
Komisi X Kawal Penguatan BRIN, Himmatul Aliyah Fokus Modernisasi Laboratorium, SDM Riset, dan Penambahan Anggaran
-
Politik
Andre Rosiade Salurkan 2.000 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Banjir di Pariaman