JAKARTA, FraksiGerindra.id — Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati mendorong agar kebijakan Standar Nasional Indonesia (SNI) mampu menjaga keseimbangan antara perlindungan industri dalam negeri dan penciptaan iklim investasi yang tetap terbuka. Menurut Rahayu, standardisasi nasional memiliki peran penting dalam melindungi produk lokal dari tekanan barang impor sekaligus memastikan industri nasional dapat berkembang secara sehat. Namun, penerapan SNI juga perlu dirancang agar tidak menjadi hambatan bagi investor dan kerja sama dengan pihak asing. “Di satu sisi kita ingin untuk Indonesia ini, terutama produk-produk lokal, TKDN, keberpihakan kepada ekonomi bangsa. Kita mau ada keamanan. Kita mau ada perlindungan,” ujar Rahayu dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panja Komisi VII DPR RI tentang Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan pakar, dalam rangka membahas penguatan standardisasi nasional untuk mendorong daya saing, inovasi, keberlanjutan, dan perlindungan konsumen di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Politisi Fraksi Partai Gerindra itu menilai perlindungan terhadap industri nasional tetap perlu berjalan beriringan dengan upaya menjadikan Indonesia sebagai negara yang kompetitif dan ramah investasi. Menurutnya, kebijakan standardisasi harus mampu mencegah masuknya produk asing secara tidak terkendali tanpa menutup peluang investasi yang dapat memberikan manfaat bagi perekonomian nasional. “Di satu sisi kita mau untuk jangan terlalu mudah untuk …
Related Posts
-
Politik
Rahmawati Dorong Dukungan Pemerintah untuk Desa Wisata yang Berhasil Naik Kelas
-
Politik
Hj.Mariana Berbagi Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Tanah Laut, Kalimantan Selatan
-
Politik
Yan Mandenas Kunjungi Kampung Nelayan Mariadei, Pastikan Pembangunan Berdampak bagi Warga
-
Politik
H. M. Husni : Kepatuhan Warga Perkuat Mitigasi Erupsi Gunung Api