JAKARTA, Fraksigerindra.id – Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Dr. Ir. Hj. Endang Setyawati Thohari, DESS., M.Sc., menyoroti alokasi anggaran Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) dalam rencana kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Tahun Anggaran 2027 yang dinilai masih sangat terbatas untuk mendukung pengelolaan sumber daya ikan dan peningkatan kesejahteraan nelayan. Dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi IV DPR RI bersama jajaran Eselon I KKP, Endang mempertanyakan alokasi anggaran Pengelolaan Sumber Daya Ikan yang hanya sebesar Rp13,5 miliar serta Pengelolaan Usaha Penangkapan Ikan sebesar Rp4 miliar. Menurutnya, besaran anggaran tersebut perlu dijelaskan secara rinci mengingat pemerintah tetap menargetkan proporsi penangkapan ikan berada pada batas biologis yang aman. “Bagaimana DJPT memastikan target proporsi tangkapan pada batas biologis yang aman dapat tercapai dengan dukungan anggaran yang relatif minim? Selain itu, perlu dijelaskan strategi agar program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) benar-benar memberikan dampak langsung terhadap peningkatan Nilai Tukar Nelayan,” ujar Endang dalam rapat tersebut. Selain mempertanyakan efektivitas anggaran, Endang juga memberikan sejumlah masukan terkait usulan program dan pembangunan infrastruktur sektor perikanan tangkap. Ia menegaskan pentingnya penerapan readiness filter yang ketat pada setiap usulan anggaran tahun 2027, khususnya untuk program kapal ikan modern dan KNMP. Filter tersebut mencakup kepastian status lahan, ketersediaan …
Related Posts
-
Politik
Bambang Haryo Apresiasi Layanan Haji 2026, Jemaah Reguler Rasakan Fasilitas Setara Hotel Bintang Lima
-
Politik
Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Gerindra, Muhammad Rofiqi, melakukan kunjungan kerja spesifik ke Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan untuk meninjau pelaksanaan Program Pena Warna sekaligus menyerahkan bantuan sarana dan prasarana guna mendukung kegiatan pembinaan warga binaan. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR RI terhadap penyelenggaraan pemasyarakatan. Dalam agenda itu, Rofiqi meninjau fasilitas pembinaan, berdialog dengan jajaran lapas, serta mendengarkan aspirasi warga binaan terkait pelaksanaan program dan kebutuhan sarana pendukung di lingkungan lapas. Salah satu fokus peninjauan adalah Program Pena Warna, program pembinaan pendidikan yang memberikan akses bagi warga binaan untuk tetap menempuh pendidikan selama menjalani masa pidana. Melalui program tersebut, warga binaan dapat mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran, termasuk perkuliahan daring Program Sarjana (S1) Kewirausahaan. Di hadapan petugas dan warga binaan, Rofiqi menegaskan bahwa kehadirannya bertujuan untuk menyerap aspirasi secara langsung sebagai bagian dari tugas pengawasan yang diemban DPR RI. “Tugas ulun di sini mendengarkan keluhan pian terkait apa yang kurang dari fasilitas yang ada di sini,” ujar Rofiqi. Selain berdialog dengan warga binaan, Rofiqi juga menyempatkan diri menghubungi salah satu anggota keluarga warga binaan melalui sambungan telepon. Interaksi tersebut berlangsung hangat dan mendapat respons positif dari para peserta kegiatan. Dalam kesempatan yang sama, Rofiqi mengapresiasi penyelenggaraan Program S1 Kewirausahaan yang dinilai menjadi langkah positif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga binaan. “Keluar dari sini menjadi orang yang jauh lebih baik. Mudah-mudahan dengan adanya program yang luar biasa ini, mendapat gelar. Keluarnya nanti mendapat gelar S1 Kewirausahaan,” kata Rofiqi. Menurutnya, program pendidikan di lingkungan pemasyarakatan dapat menjadi sarana bagi warga binaan untuk mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana. Pada akhir kunjungan, Rofiqi menyerahkan bantuan sarana dan prasarana untuk mendukung pelaksanaan program pembinaan di Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang kegiatan pendidikan, pelatihan, dan pembinaan yang selama ini telah berjalan. Melalui Program Pena Warna dan berbagai program pembinaan lainnya, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus berupaya menghadirkan layanan pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kapasitas dan kemandirian warga binaan sebagai bekal saat kembali ke masyarakat.
-
Politik
Rofiqi Tinjau Program Pena Warna dan Serahkan Bantuan Sarana-Prasarana di Lapas Karang Intan
-
Politik
Sugiat Santoso : Kunjungan Prabowo ke Eropa Fokus Perkuat Diplomasi, Investasi, dan Transfer Teknologi