JAKARTA, Fraksigerindra.id — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmennya terhadap demokrasi. Sebagai presiden yang terpilih melalui proses pemilihan umum yang demokratis, Prabowo menyatakan bahwa dirinya akan menjaga agar Indonesia tetap menjadi negara demokrasi. “Izinkan saya menyatakan dengan jelas: Indonesia adalah negara demokrasi, dan akan tetap menjadi demokrasi. Saya dipilih oleh lebih dari 90 juta rakyat Indonesia dalam pemilu yang bebas dan adil,” ujar Prabowo dalam pernyataannya di Majalah The Economist, dikutip pada Kamis (11/6). Menurut Prabowo, demokrasi tetap merupakan sistem yang terbaik meski tidak sempurna. “Saya percaya pada demokrasi. Saya memahami bahwa legitimasi demokratis diperoleh melalui kesabaran, kepercayaan rakyat, dan penghormatan terhadap kehendak rakyat,” katanya. Ia pun terbuka terhadap kritik. Sebab dalam demokrasi, kritik bukan hanya sehat, tetapi juga penting. “Saya menyambut kritik. Saya selalu membiasakan diri untuk menelaah dengan saksama setiap kritik yang ditujukan kepada pemerintah yang saya pimpin dan menimbangnya berdasarkan fakta, serta realitas yang dihadapi rakyat biasa,” kata Prabowo. Namun, Prabowo menambahkan, penerapan demokrasi perlu disesuaikan dengan budaya di Indonesia. Sebagai negara berkembang, Indonesia membutuhkan stabilitas agar bisa bergerak maju. Dalam budaya Indonesia, kerja sama lebih diutamakan daripada fragmentasi politik, kerendahan hati lebih dihargai daripada permusuhan politik. “Kami percaya demokrasi harus menghasilkan stabilitas, dan kemajuan, bukan …
Related Posts
-
Politik
Andre Rosiade Dorong Penguatan Daya Saing Industri Semen Nasional Saat Kunjungi Semen Baturaja
-
Politik
Dorong Standar Keamanan Anak, Wardatul Minta Reformasi Tata Kelola Daycare
-
Politik
Habiburokhman: RUU Polri Perkuat Reformasi Kelembagaan, Pengawasan, dan Profesionalisme Kepolisian
-
Politik
Heri Gunawan Dorong Kepastian Status PPPK, Minta Penataan Fiskal Daerah Tidak Berujung PHK