JAKARTA, FraksiGerindra.id — Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Gerindra, Azis Subekti, menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang belakangan menjadi perhatian publik. Menurutnya, menjaga stabilitas rupiah tidak hanya berkaitan dengan indikator makroekonomi, tetapi juga berkaitan langsung dengan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Azis menilai Indonesia perlu merumuskan strategi yang komprehensif dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Menurutnya, Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya alam yang melimpah, pasar domestik yang kuat, bonus demografi, serta posisi strategis dalam peta ekonomi dunia. Namun di sisi lain, Indonesia tetap terhubung dengan sistem ekonomi global sehingga berbagai gejolak internasional dapat berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi nasional. “Ketika dolar Amerika Serikat menguat, konflik geopolitik memanas, harga energi bergejolak, dan modal global mencari tempat yang dianggap lebih aman, rupiah pun ikut mengalami tekanan. Di ruang-ruang perdagangan internasional, pelemahan rupiah segera menjadi berita utama. Grafik kurs dianalisis, prediksi dibuat, dan sentimen pasar dibicarakan tanpa henti,” ujar Azis Subekti dalam keterangannya, Kamis (4/6/2026). Menurut Azis, bagi sebagian besar masyarakat, nilai tukar rupiah tidak dirasakan dalam bentuk angka kurs semata, melainkan melalui perubahan harga kebutuhan pokok yang mereka hadapi setiap hari. “Namun bagi sebagian besar rakyat Indonesia, nilai tukar bukanlah angka yang mereka lihat setiap …
Related Posts
-
Politik
Genjot Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah-DPR Bahas Aturan Baru Ekspor Sumber Daya Alam
-
Politik
Ahmad Wazir Noviadi Salurkan Program Indonesia Pintar untuk Siswa SD di Ogan Ilir
-
Politik
Kamrussamad Dorong Penguatan Local Currency Settlement untuk Menjaga Stabilitas Rupiah
-
Politik
Rokhmat Ardiyan Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak Ekosistem Energi Baru Terbarukan