KUPANG, FraksiGerindra.id — Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Putih Sari, meminta pengawasan penanganan Tuberkulosis (TB) dan HIV/AIDS diperluas tidak hanya pada penemuan kasus, pengobatan, logistik, dan pembiayaan, tetapi juga mencakup dukungan kesehatan jiwa serta psikososial bagi pasien. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mencegah putus obat, meningkatkan keberhasilan pengobatan, mengurangi stigma, dan memperkuat kualitas hidup pasien. Hal itu disampaikan Putih Sari saat kunjungan kerja di Kantor Wali Kota Kupang, Kamis (21/5/2026). Ia menjelaskan, Kota Kupang menghadapi beban TB dan HIV/AIDS yang cukup tinggi dibanding wilayah lain di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), seiring posisinya sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, pendidikan, dan layanan kesehatan rujukan di kawasan timur Indonesia. “Mobilitas penduduk yang tinggi, arus rujukan pasien lintaskabupaten/kota, kepadatan permukiman di wilayah perkotaan, serta tantangan sosial-ekonomi menjadikan Kota Kupang sebagai salah satu daerah prioritas dalam pengendalian penyakit menular, khususnya TB dan HIV/AIDS,” ujarnya. Dalam konteks TB, Kota Kupang tercatat menempati peringkat kedua tertinggi di tingkat provinsi setelah Sumba Barat Daya, sekaligus menjadi wilayah urban dengan penularan tertinggi di NTT. Berdasarkan data daerah, jumlah kasus TB di Kota Kupang berada di kisaran 1.200 hingga 1.300 kasus per tahun. “Tingginya beban TB tersebut dipengaruhi oleh masih adanya tantangan dalam penemuan kasus aktif, investigasi kontak, kepatuhan …
Related Posts
-
Politik
Putih Sari Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Kabupaten Bekasi
-
Politik
Mariana Dorong Modernisasi Fasilitas dan Pembangunan Asrama di Balai Latihan Kerja Palangka Raya
-
Politik
Martin Tumbelaka Dorong Penguatan Pengawasan Internal Aparat Penegak Hukum
-
Politik
Putih Sari Dorong Perluasan Jaminan Sosial bagi Pekerja Rentan di Palangka Raya