JAKARTA, FraksiGerindra.id — Anggota Komisi XII DPR RI, Ramson Siagian, menegaskan bahwa Indonesia belum dapat dikatakan sepenuhnya mencapai swasembada energi, khususnya di sektor minyak bumi. Ia menilai klaim tersebut perlu diluruskan karena ketergantungan terhadap impor minyak mentah masih berada pada level yang sangat tinggi, meskipun pembangunan kilang minyak nasional melalui program Refinery Development Master Plan (RDMP) telah rampung. Pernyataan tersebut disampaikan Ramson dalam Rapat Kerja Komisi XII DPR RI bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2026). “Kita belum betul-betul swasembada minyak. Kita punya konsumsi sekitar 1,6 juta barel per hari, tapi kita masih impor crude sekitar 1 juta barel per hari. Memang ada peningkatan lifting menjadi 605 ribu barel, tapi tetap penurunan lifting sangat signifikan sejak tahun 2004,” ujar Ramson. Ramson juga mengingatkan adanya risiko geopolitik yang dapat mengancam ketahanan energi nasional, seperti potensi gangguan jalur distribusi di Selat Malaka. Ia menilai, ketergantungan impor dalam jumlah besar berisiko melumpuhkan pasokan energi apabila terjadi eskalasi geopolitik di kawasan tersebut. Menurut Ramson, keberadaan kilang-kilang minyak berteknologi tinggi milik Pertamina tidak akan optimal jika pasokan minyak mentah dari dalam negeri tidak mencukupi. Oleh karena itu, peningkatan produksi minyak nasional menjadi kebutuhan mendesak. …
Related Posts
-
Politik
Imron Amin Dukung Kunjungan TNI AD, Perkuat Sinergi Pembangunan Madura
-
Politik
Esthon Foenay: Penataan Guru PPPK Bukti Prabowo Peduli Nasib Guru, Beri Ruang Fiskal Daerah
-
Politik
Gerindra Nilai RUU Migas Jadi Momentum Perkuat Kedaulatan Negara di Sektor Energi
-
Politik
Komisi VIII DPR RI Dorong Masa Pelunasan Biaya Haji 2027 Diperpanjang hingga Lima Bulan