JAKARTA, Fraksigerindra.id — Kapoksi Gerindra Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Melati, menekankan pentingnya penguatan gerakan pramuka dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Pembinaan Ideologi Pancasila (RUU PIP). Menurutnya, pramuka telah menjadi wadah pembinaan karakter bangsa sejak diresmikan pada 1961, sehingga relevan untuk diposisikan bersama program pembinaan ideologi Pancasila yang diatur dalam RUU tersebut. Hal itu disampaikan Melati dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Baleg DPR RI dengan narasumber Ahmad Basarah, CEO Alvara Institute Hassanuddin Ali, serta Kepala BKD Setjen DPR RI di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (18/9/2025). “Saya sangat sepakat dengan niat membumikan Pancasila ke seluruh rakyat Indonesia. Namun, saya merasa bahwa PIP ini tidak bisa berjalan sendiri. Saya ingin mengingatkan kembali mengenai histori keberadaan pramuka yang diresmikan pada tanggal 14 Agustus, yang kini diperingati sebagai Hari Gerakan Pramuka Indonesia. Di sini, Bung Karno juga memiliki keinginan kuat untuk menjadikan Indonesia berkarakter Pancasila,” jelas Melati. Ia menilai, keberadaan RUU PIP perlu memperhatikan posisi pramuka agar tidak tumpang tindih. “Jika ini dijadikan undang-undang, saya setuju jika BPIP ini tidak hanya sebagai perpres, tetapi landasan hukumnya harus Undang-Undang. Hal ini perlu sejalan dengan keberadaan gerakan pramuka, dan saya minta agar posisi pramuka dapat dikuatkan,” tegas politisi Gerindra itu. Lebih lanjut, Melati mengapresiasi …
Related Posts
-
Politik
Longki Djanggola Tinjau Dapur MBG di Sigi, Dorong Standar Sanitasi dan Kelayakan Pangan
-
Politik
Yuliansyah Kunjungi Gudang Bulog Kalbar, Pastikan Stok Beras Aman
-
Politik
Komisi VII DPR RI Tegaskan Pariwisata dan UMKM Jadi Motor Penggerak Ekonomi Sulawesi Utara
-
Politik
Jamal Mirdad Salurkan Bantuan Kultivator untuk Petani Semarang, Dukung Penguatan Swasembada Pangan