JAKARTA, FraksiGerindra.id — Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto menyoroti besarnya dampak bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Banjir dan longsor yang terjadi di tiga provinsi tersebut dinilai memberikan tekanan serius terhadap sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan. Penegasan tersebut disampaikan Titiek dalam rapat kerja Komisi IV DPR RI bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Rabu (14/1/2026). “Bapak ibu yang kami hormati, bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dalam beberapa waktu terakhir telah menimbulkan dampak yang sangat serius, khususnya terhadap sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan,” ujarnya dalam rapat tersebut. Ia mengungkapkan bahwa banjir bandang dan longsor telah menyebabkan kerusakan signifikan pada lahan produksi. “Ribuan hektare lahan pertanian dan perikanan terdampak banjir sehingga produksi pangan terganggu dan mengalami penurunan produksi secara signifikan,” lanjutnya. Titiek menambahkan, dampak bencana tidak hanya dirasakan dari sisi ekonomi, tetapi juga berpotensi mengancam keberlanjutan hidup masyarakat serta pelaku usaha di sektor terkait. Tekanan ekologis, khususnya pada wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS), turut memperburuk kondisi lingkungan. “Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kerugian ekonomi, tetapi juga mengancam ketahanan pangan nasional, keberlanjutan mata pencaharian …
Related Posts
-
Politik
Longki Djanggola Tinjau Dapur MBG di Sigi, Dorong Standar Sanitasi dan Kelayakan Pangan
-
Politik
Yuliansyah Kunjungi Gudang Bulog Kalbar, Pastikan Stok Beras Aman
-
Politik
Komisi VII DPR RI Tegaskan Pariwisata dan UMKM Jadi Motor Penggerak Ekonomi Sulawesi Utara
-
Politik
Jamal Mirdad Salurkan Bantuan Kultivator untuk Petani Semarang, Dukung Penguatan Swasembada Pangan