JAKARTA, Fraksigerindra.id – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Gerindra, Yuliansyah, S.E., menyoroti sejumlah persoalan keselamatan transportasi di Kalimantan Barat saat Rapat Kerja Komisi V DPR RI dengan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Ruang Rapat Komisi V, Jakarta, Selasa (18/11). Rapat kerja tersebut membahas evaluasi pelaksanaan APBN 2025 dan rencana program/kegiatan TA 2026 Kementerian Perhubungan. Dalam kesempatan itu, Yuliansyah menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi fasilitas penyeberangan feri pedalaman di Kabupaten Kubu Raya yang disebutnya memprihatinkan dan berpotensi membahayakan masyarakat. “Saya berkunjung ke daerah Kubu Raya. Saya khawatir untuk fasilitas penyeberangan feri pedalaman, kondisinya memprihatinkan dan membahayakan masyarakat. Ada beberapa titik lagi yang perlu jadi perhatian khusus,” ujar Yuliansyah. Ia menekankan pentingnya mitigasi dini oleh pemerintah. “Jangan sampai kita melihat nanti sudah terjadinya kecelakaan baru kita berpikir melakukan perbaikan. Sebelum terjadi kecelakaan, apalagi ini tempat transportasi masyarakat untuk penyeberangan, harus dipastikan aman,” tegasnya. Selain isu penyeberangan, Yuliansyah juga menyoroti keterbatasan fasilitas Bandara Singkawang, terutama kapasitas apron yang dinilai tidak memadai. “Apron bandara Singkawang itu hanya cukup satu pesawat. Saya juga pernah ke sana, sampai hampir satu jam berputar-putar menunggu karena pesawat lainnya harus terbang dulu,” ujar Yuliansyah. Ia meminta Kementerian Perhubungan mempercepat peningkatan fasilitas bandara agar mobilitas masyarakat Kalimantan Barat tidak terhambat. …
Related Posts
-
Politik
Komisi XIII DPR RI Dorong Pembentukan Kantor Imigrasi Baru di Muara Teweh
-
Politik
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah: Biaya Angkut Jadi Lebih Murah, Tak Boleh Ada Daerah Tertinggal
-
Politik
Andre Rosiade Apresiasi Evaluasi MBG, BGN Perkuat Audit Dapur dan Tata Kelola Program
-
Politik
Dukung Kreativitas Anak Usia Dini, Annisa Mahesa Serahkan Bantuan Marching Band untuk PAUD di Taktakan