JAKARTA, Fraksigerindra.id – Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN), Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik RI (PAPPRI), serta perwakilan sektor swasta VNT Networks pada Kamis (13/11/25). Dalam forum tersebut, Anggota Komisi VI DPR RI Kawendra Lukistian menegaskan bahwa revisi Undang-Undang Hak Cipta merupakan bagian dari agenda besar pembenahan yang sedang dilakukan pemerintah dan sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto. “Kita ini dalam rangka pembenahan. Kalau kita bicara soal semangat keseluruhan negara Indonesia saat ini adalah mengarah ke perbaikan, mengarah ke pembenahan. Indonesia sedang diperjuangkan ke arah yang lebih baik oleh Presiden Prabowo Subianto,” ujar Kawendra dalam rapat. Ia menyoroti sejumlah persoalan klasik yang selama ini terjadi dalam banyak sektor, termasuk dalam tata kelola royalti. Menurutnya, kebocoran yang selama bertahun-tahun dibicarakan kini mulai ditangani secara serius oleh pemerintah. “Kita selalu bicara sejak beberapa tahun lalu bahwa kebocoran itu nyata. Dan sekarang presiden kita menegakkan banyak aturan tanpa pandang bulu, tak ada lagi ‘untouchable-man’. Semuanya clear. Ternyata negara kita kaya,” tegasnya. Kawendra juga mengangkat isu tingginya ICOR (Incremental Capital Output Ratio) Indonesia yang selama ini menjadi indikator rendahnya efisiensi ekonomi nasional. Ia menyebut, “Selama ini ICOR kita terlalu tinggi. …
Related Posts
-
Politik
Komisi II Paparkan Capaian Setahun, Fokus Perbaiki Tata Kelola Pemerintahan Daerah
-
Politik
Unru Baso Minta Kemendag Tindaklanjuti Kenaikan Harga Pangan Menjelang Natal dan Tahun Baru
-
Politik
Komisi X Kawal Penguatan BRIN, Himmatul Aliyah Fokus Modernisasi Laboratorium, SDM Riset, dan Penambahan Anggaran
-
Politik
Andre Rosiade Salurkan 2.000 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Banjir di Pariaman