Senin, 13 Januari 2020 - 23:24 WIB

Dituntut 9 tahun Gadis Manis Berjilbab Merengek Di Depan Majelis Hakim

SURABAYA – Gadis manis berjilbab bernama Mewok Anada tak kuasa menahan tangis saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bunari, dari Kejaksaan Tinggi Jatim menuntutnya selama 9 tahun penjara setelah dinyatakan bersalah dalam kepemilikan narkotika jenis ekstasi sebanyak 10 butir.

Dalam surat tuntutannya , JPU menyatakan bahwa terdakwa Mewok terbukti melanggar sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat (1) UU R.I No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Menuntut, supaya majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan, menyatakan terdakwa Mewok Anada Suparianto terbukti bersalah melakukan tindak pidana menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I, menjatuhkan pidana selama sembilan tahun penjara,”ucap JPU Bunari saat membacakan amar tuntutannya di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (13/01).

Selain hukuman badan, terdakwa Mewok juga dituntut dengan pidana denda sebanyak Rp 1 miliar subsidiair 3 bulan kurungan “Dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah supaya terdakwa tetap ditahan,”imbuh JPU pula

Terdakwa yang mendengar tuntutan JPU ini terdakwa yang kali ini tidak didampingi oleh penasihat hukumnya terlihat berwedih dan sempat menitikkan air mata. Sambil menyampaikan akan mengajukan pembelaan secara tertulis terdakwa meminta keringanan hukuman “Saya mohon keringanan pak hakim, saya menyesal,”pinta Mewok sambil menyeka air matanya

Ketua majelis hakim Slamet Riyadi akhirnya menyarankan agar terdakwa menuangkannya ke dalam nota pembelaannya (pledoi) pada persidangan selanjutnya. ” Kamu masukkan itu ke pledoimu pada sidang berikutnya,”kata ketua majelis hakim Slamet

Setelah dirasa cukup, hakim Slamet kemudian menunda sidang pekan depan dengan agenda pembelan sekaligus putusan.”Sidang kita tunda pekan dengan agenda pembelaan terus langsung putusan,”tandasnya.

Sebelumnya, terdakwa Mewok ditangkap oleh petugas dari Ditresnarkoba Polda Jatim didepan rumah kos di daerah Rungkut Asri Barat, Surabaya, pada hari Rabu tanggal 4 September 2019, sekitar pukul 02.00 WIB.

Saat digeledah, ditemukan satu klip plastik berisi 10 butir narkotika jenis ekstasi dengan berat kotor 3,39 gram,
dari Fandy Ahmad Ashary (berkas tersendiri).

Selain itu, petugas juga menyita satu buah handphone Samsung dari dalam saku belakang sebelah kanan di celana yang dipakai.

Menurut pengakuannya, barang bukti berupa ekstasi tersebut adalah milik Dayat. Mewok mengaku bahwa pil ekstasi tersebut akan di pakai bersama terdakwa dan teman-teman Dayat di sebuah diskotik (jak/zam)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

loading...
Baca Lainnya

Status 30 ODR, Pemdes Kebomlati Galang Disinfektan

Tuban – Pemerintah Desa Kebomlati, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban meningkatan kewaspadaan atas pencegahan penyebaran Covid...

31 Maret 2020, 23:44 WIB

Gubernur Jatim Gelar Vidio Conference Sama Bupati/Walikota Se-Jatim Membahas Percepatan Penanggulangan Covid-19

Tuban – Gubernur Jawa Timur didampingi Wagub dan Sekda Jawa Timur melangsungkan video conference bersama...

27 Maret 2020, 23:12 WIB

Cegah Covid -19, KPP Pratama Tuban Melakukan Penyemprotan Disinfektan

Tuban – Upaya KPP Pratama Tuban dalam meningkatan kewaspadaan atas pencegahan penyebaran Covid – 19...

24 Maret 2020, 20:45 WIB

Warga Jalan Jepara Surabaya Resah Rumah Mereka Belum Disemprot Desinfektan. Lurah Dan Camat Bubutan Saling Lempar Kebijakan

Surabaya – Program pemkot Surabaya dalam memerangi Covid 19 nampaknya benar benar maksimal. Penyemprotan dilakukan...

24 Maret 2020, 10:46 WIB

BPBD Tuban Kembali Semprot Fasum Dengan Disinfektan

TUBAN – Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban kembali melakukan penyemprotan cairan Disinfektan...

21 Maret 2020, 19:49 WIB

Pembakar Isteri Asal Surabaya Akhirnya Divonis Tujuh Tahun Penjara

SURABAYA – Kasus pembakaran isteri yang dilakukan oleh Maspuryanto bin Jamani memasuki sidang putusan. Terdakwa...

18 Maret 2020, 18:03 WIB

loading...