Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW, Kampung Pemabuk Banyu Urip Lor Bersholawat

  • Whatsapp

Surabaya – Momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dimanfaatkan oleh Yayasan Sosial Yasin Tahlil Maghfiroh untuk menjalin silaturrahmi dengan warga Banyu Urip Lor II Surabaya. Acara yang dikemas secara sederhana ini mendapqt antusian tokoh masyarakat. Dari Lurah hingga Karang Taruna hadir untuk memperingati Maulid Nabi S.A.W bertajuk ” Banyu Urip Bersholawat ” Sabtu, (30/19).
Acara tersebut juga mengundang KH. Sholihin Yusuf, Wahid Syarifuddin (Gus Wahid), Hadrah dari Masjid Ampel

Ketua Yayasan Sosial Yasin Tahlil Maghfiroh H. Mulyono Sumanto mengatakan bahwa acara Maulid Nabi Muhammad S.A.W ini diselenggarakan agar warga disini mengingat Nabi dan Rosul kita serta gemar membaca Sholawat
” Karena Kampung Banyu Urip Lor 1 dikenal negatif, kampung pemabuk. Namun, Alhamdullillah dengan perjuangan kami semua yang tergabung dalam Yayasan Sosial Yasin Tahlil Maghfiroh,” katanya.

Ketua Panitia dan juga selaku Ta’mir Musholla Wakaf Maghfiroh, Holili menyatakan warga sangat mendukung dengan acara yang bertajuk Banyu Urip Bersholawat. Hal ini dilakukan agar Image sebagai kampung pemabuk bisa dihapuskan “Ya sebetulnya kami didukung oleh warga yang peduli dengan masa depan anak mas, karena walaupun orang tuanya pemabuk, tidak mungkin anaknya disuruh mabuk. Dan para orang tua yang dulunya sering mabuk sekarang taubat bahkan aktif belajar ngaji serta aktif bersosialisasi dalam kebaikan, urusan keagaamaan, juga menggalang dana untuk fakir miskin, janda dan dua tua, yatim piatu, serta pengajian Maulid Nabi kali ini murni sumbangan dari warga Banyu Urip dan Donatur dari berbagai kalangan, ” paparnya.

Hafidz atau dikenal dengan Aba Abunawas menambahkan bahwa tokoh masyarakat yang berada di kampung Banyu Urip Lor ini hanya bisa memberikan sesuatu yang bisa bermanfaat. Daripada selamanya kampung Banyu Urip Lor dikenal Sebagai kampung pemabuk, “Kami selaku penasehat hanya ingin memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi warga disini, sebab kampung ini dulunya dikenal negatif, tapi berkat perantara Yayasan Maghfiroh para warga Banyu Urip Lor 1 sudah banyak perubahan dalam semua aspek, ya seperti mengaji di Musholla Maghfiroh, pengajian rutin, bahkan kedepan akan kami agendakan kegiatan Hadrah dari Yayasan Sosial Yasin Tahlil Maghfiroh, supaya bisa lebih maju dan menambah kegiatan positif,”jelasnya (one/zam)

Pos terkait