Rabu, 6 November 2019 - 20:38 WIB

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Blitar , Sugianto bersama anggotanya saat meninjau lokasi, Selasa (5/11/2019) kemarin. (foto/istimewa)

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Blitar , Sugianto bersama anggotanya saat meninjau lokasi, Selasa (5/11/2019) kemarin. (foto/istimewa)

Baru Dibangun Sudah Retak, Lapor Dewan Ditindaklanjuti

Blitar.deliknews – Pekerjaan peningkatan jalan di sejumlah ruas jalan Kecamatan Kademangan mendapat protes dari berbagai kalangan, baik dari masyarakat maupun Lembaga Swadaya Masyarakat atau LSM.

Mendengar kabar hal itu, Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar langsung melakukan pengecekan ke sejumlah lokasi yang ramai diperbincangkan tersebut.

Lalu, dari hasil pengecekan dilapangan banyak ditemukan bagian – bagian yang sudah retak dan mengelupas bagian atasnya. Sehingga hal ini dinilai oleh Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Blitar, Sugianto sebuah pekerjaan yang amburadul dan diduga tidak sesuai spesifikasi.

“Namun begitu harus kita lakukan uji laboratorium dahulu untuk mengetahui retak dan mengelupasnya bagian atas itu, apakah disebabkan oleh campuran redimix nya (red.campuran cor beton) yang tidak sesuai spesifikasi yang tertuang dalam Rencana Anggaran Belanja (RAB) atau faktor lain,” ucapnya Selasa (5/11/2019) kemarin.

Salah satu bagian yang sudah mulai retak.(foto/istimewa)

Untuk itu, pihaknya langsung mengintruksikan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar segera mengambil langkah yang telah ditetapkan dalam peraturan perundangan tentang pengadaan barang dan jasa kontruksi.

“Tadi sudah saya intruksikan kepada Dinas PUPR untuk menindaklanjutinya,” tambah Sugianto.

Sementara ditempat terpisah, Ketua LSM Gerakan Anti Korupsi Indonesia (GAKI) Blitar, Saiful mengatakan, kurangnya pengawasan dilapangan banyak menyebabkan pelaksanaan pekerjaan mlenceng dari apa yang telah ditentukan.

Selain itu, karena persaingan usaha yang begitu ketat dan tuntutan keutungan dalam sebuah pekerjaan, membuat kontraktor menghalalkan segala cara. Baik dari segi mengurangi mutu dengan di backup data, sehingga seolah – olah pelaksanaan pekerjaan sudah benar.

“Saya kira jika masih ditemukan sebuah pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi ini jelas pengawasanya kurang bahkan mandul. Fungsi dari konsultan pengawas di bayar untuk mengawasi, tidak malah berkonspirasi,” tuturnya, Rabu (6/10/2019) kepada deliknews.com via seluler.(jun)

Artikel ini telah dibaca 13442 kali

loading...
Baca Lainnya

Komandan Puslatpurmar 9 Animha Tuban Bantu Evakuasi Warga Korban Gelombang Tinggi Di Bancar

Tuban – Dampak gelombang tinggi di perairan laut Jawa mengakibatkan beberapa rumah nelayan di daerah...

12 Juli 2020, 13:16 WIB

Setiajit Bakal Bagikan 350 Ribu Masker Di Tuban

Tuban – Sebagai anggota Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Jawa Timur, Setiajit terus berupaya...

11 Juli 2020, 23:01 WIB

SIG Terapkan Teknik Reklamasi Sistem Baru di Lahan Pascatambang Pabrik Tuban

Tuban – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berkomitmen selalu menjaga kelestarian alam dalam menjalankan...

10 Juli 2020, 17:44 WIB

Sekda Tuban Buka Studi Amdal Pembangunan Kilang Minyak Di Tuban

Tuban – Kegiatan Konsultasi Publik yang ke-2 terkait Studi Amdal Pembangunan dan Pengoperasian kilang minyak...

6 Juli 2020, 23:04 WIB

PWI Tuban Bagikan 1000 Masker Kepada Pengguna Jalan, Ponpes dan Ta’mir Masjid

TUBAN – Pengurus dan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tuban membagikan 1000 masker kepada...

27 Juni 2020, 13:47 WIB

UMKM Binaan SIG Melakukan Inovasi Produk di Masa Pandemi Covid-19

Tuban – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus berupaya meningkatkan kinerja Usaha Mikro, Kecil...

25 Juni 2020, 23:55 WIB

loading...