Senin, 21 Oktober 2019 - 19:26 WIB

Tipu Nasabah, Kakak Beradik Jadi Pesakitan

SURABAYA – Dua bersaudara yaitu Anggraini Puspitasari dan Arieke Iswanti, akhirnya menjadi pesakitan di PN Surabaya. Kakak beradik tersebut di sidang karena kasus penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai puluhan juta rupiah yang merugikan PT. HCI (Home Credit Indonesia).

Dalam persidangan terlihat dua kakak beradik tersebut terlihat hanya duduk tertunduk saat dakwaannya dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Surabaya, Damang Anubowo.
Dalam dakwaannya Damang mengatakan keduanya melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan ” Kedua terdakwa didakwa telah melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang merugikan PT. HCI sebesar Rp. 38.054.700,-” kata Damang saat membacakan sirat dakwaannya di ruang Garuda 2.

Perbuatan kedua terdakwa dijerat dengan Pasal 378 KUHP, tentang penipuan, atau dakwaan kedua diancam pidana Pasal 372 KUHP tentang penggelapan.

Sidang yang dipimpin oleh Hakim Dwi Winarko itu mendengarkan kronologi perkara penipuan dan oengelapan itu terjadi. Dimana kedua terdakwa berpura-pura menjadi sales PT. HCI (Home Credit Indonesia) bagian Mistery Shoper (MS), yang bertugas mencari orang untuk berpura-pura sebagai customer dan mengajukan pengajuan kredit. “Kemudian para terdakwa melakukan perekrutan pemohon kredit yaitu saksi Rio Dwi Saputra, saksi Muhammad Sigit Fitrony, saksi Wahyu Kurniawan Saputra dan saksi Arief Budi Santoso dan diberi tugas untuk melakukan pengajuan kredit berupa laptop kepada sales dari PT. HCI,” ungkap JPU Damang

Damang menjelaskan, jika barang sudah diserahkan kepada penerima barang (5 saksi) sesuai instruksi para terdakwa, maka data yang tersimpan sebagai pengajuan pemohon kredit akan dihapus dari sistem, karena sudah merupakan tugas para terdakwa sebagai MS (Misteri shoper). Padahal kenyataannya, kedua terdakwa tidak terdaftar sebagai karyawan PT. HCI. “Saat mengajukan kredit, uang muka diberi oleh para terdakwa, dan uang muka yang diberikan tersebut ada sisanya. Kemudian sisanya diberikan kepada customer yang menyamar serta menjanjikan apabila berhasil melakukan transaksi maka nama para customer yang menyamar akan dibersihkan seolah olah tidak pernah mengajukan kredit,”jelasnya.
Setelah mendengarkan dakwaan JPU, Hakim ketua langsung memutuskan sidang dilanjutkan minggu depan.(Jk/zam)

Artikel ini telah dibaca 699 kali

loading...
Baca Lainnya

PWI Tuban Bagikan 1000 Masker Kepada Pengguna Jalan, Ponpes dan Ta’mir Masjid

TUBAN – Pengurus dan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tuban membagikan 1000 masker kepada...

27 Juni 2020, 13:47 WIB

UMKM Binaan SIG Melakukan Inovasi Produk di Masa Pandemi Covid-19

Tuban – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus berupaya meningkatkan kinerja Usaha Mikro, Kecil...

25 Juni 2020, 23:55 WIB

Menyonsong Era Kenormalan Baru, Dishub Dan Satlantas Polres Tuban Siapkan Mantap Bersatu

Tuban – Pemkab Tuban melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Tuban berkolaborasi dengan Satlantas Polres Tuban membuat...

5 Juni 2020, 21:09 WIB

Gilimanuk Jebol, Gung De: Petugas Harusnya Malu Sama Pecalang

Denpasar – Diduga sejumlah warga pendatang dari zona merah tanpa membawa persyaratan dan warga pendatang...

Ilustrasi (Foto: net)

31 Mei 2020, 09:07 WIB

Komitmen SIG Hadapi Pandemic Covid-19 Dan Menyiapkan Program CSR

Tuban – sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik...

19 Mei 2020, 17:38 WIB

6 Kasus Confirmasi Positif Baru, 5 Dari Cluster Tambakboyo

Tuban – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tuban kembali mengumumkan penambahan enam kasus konfirmasi...

17 Mei 2020, 22:47 WIB

loading...