Selasa, 15 Oktober 2019 - 00:18 WIB

Simpan Narkoba Di Dalam Bra, Gadis Asal Lamongan Jadi Terdakwa, Diancam 12 Tahun Penjara

SURABAYA – Hanya karena menyimpan sabu sabuvfalam bra gadis mungil asal Lamongan Novita Yulia Ningsih harus menjadi pesakitan di PN Surabaya. Novita pun terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara. Senin (14/10).

Dalam sidang tersebut terungkap, jika terdakwa Novita ditangkap saksi Adi dan Rony, petugas Kepolisian Sektor Dukuh Pakis, saat berada di depan Warkop “WB” Jl. Raya Tangkis Turi Surabaya. “Kami menangkap terdakwa saat memarkir sepeda motornya di depan Warkop “WB”. Ketika kita interogasi, terdakwa mengaku membawa sabu yang disimpan di dalam bra sebelah kiri,” terang saksi Rony

Saksi menjelaskan terdakwa dibawa ke Mapolsek Dukuh Pakis untuk dilakukan penggeledahan oleh Aipda Ufiana (Polwan). Saat digeledah, ditemukan 1 paket sabu dengan berat 0,36 gram beserta plastik pembukusnya. “Menurut pengakuannya, sabu tersebut didapatkan dari Endra Prasetya Budi Utomo (berkas terpisah), dengan cara membeli seharga Rp.150 ribu yang rencananya akan dipakai sendiri,” imbuh saksi.

Dari keterangan para saksi tersebut terdakwa mengakui dan membenarkan kejadian tersebut.

Sementara itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anggraini menuntut terdakwa dengan pasal berlapis yakni pasal 112 ayat (1) tentang narkotika, dengan ancaman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara.

Majelis Hakim yang diketuai Hakim Dede Suryaman memerintah kan kepada terdakwa untuk diperiksa.

Fslam keterangannya Novita mengatakan bahwa sabu yang dibelinya itu rencana untuk dipakai, namun belum sempat digunakan sudah terburu ditangkap. Pengakuannya dihadapan majelis dengan memakai sabu merasa semangat buat bersih-bersih. “Biar semangat buat bersih-bersih pak hakim,”katanya pelan

Mendengar penjelasan terdakwa tersebut, Majelis hakim mengatakan bahwa perbuatannya salah dan akan ada konsekuensinya ” Anda tahukan bahwa membawa dan menggunakan natkoba itu adalah perbuatan melanggar hukum. Sehingga ada konsekuensi hukuman dari perbuatan yang kamu lakukan,”terang Dede.

Setelah selesai memeriksa terdakwa ketua majelis, memerintahkan kepada JPU Anggraini supaya melakukan penuntutan.

“Untuk melakukan penuntutan kami berikan waktu selama satu minggu ,” pungkas Dede kepada jaksa dan terdakwa, disusul dengan ketukan palu tanda sidang berakhir. (Jk/ zam)

Artikel ini telah dibaca 605 kali

loading...
Baca Lainnya

Guna Menciptakan Transparansi dan Akutanbel Sistem Pelaporan DD dan ADD, Pemkab Blitar Gelar Bimtek Versi 2.0

Blitar.deliknews – Guna menjadikan sistem pengelolaan keuangan dan pembangunan desa yang partisipatif, transparan dan akutanbel,...

20 November 2019, 12:41 WIB

Kodim 0808/Blitar, Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H/2019 M

Blitar.deliknews – Bertempat di Masjid Al – Hidayah Makodim 0808/Blitar Jln. Jl. Ahmad Yani No....

19 November 2019, 22:15 WIB

Bupati Blitar Perkuat Mental Satlinmas Melalui Jambore

Blitar.deliknews – Bupati Blitar berharap Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) mampu memberikan pelayanan yang terbaik untuk...

18 November 2019, 23:54 WIB

Ada 4 Poin Penting Yang Disampaikan Sekdakab Blitar di Apel 17-an

Blitar.deliknews – Seperti biasa, setiap hari senin Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar gelar upacara di Aloon-Aloon...

18 November 2019, 19:26 WIB

Bupati Blitar Hadiri Pegelaran G3K, Ini Bentuk Cikal Bakal Nusantara

Blitar.deliknews – Bupati Blitar, Drs. H. Rijanto MM hadiri pagelaran Getih Getah Gula Klapa (G3K)....

18 November 2019, 14:22 WIB

Pemkot Blitar Terima Penghargaan Program Kampung Iklim

Blitar.deliknews – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar berhasil meraih penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) terbaik tingkat...

17 November 2019, 16:10 WIB

loading...