Kamis, 10 Oktober 2019 - 07:44 WIB

Menpan Arman Kunjungi PT RMI di Blitar, 10 Pabrik Gula Tebu Harus Tuntas Dibangun

Blitar.deliknews – Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengunjungi Pabrik Gula (PG) Rejoso Manis Indo (RMI) di Desa Rejoso, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, Rabu (9/10/2019) sore, dalam rangka roadshow nya mewujudkan swasembada gula nasional.

Informasinya, sudah sepuluh pabrik gula berbasis tebu yang berdiri di Indonesia yang dikunjunginya. Diantaranya berada di Kabupaten Blitar, Lamongan, Blora, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Jeneponto serta Kabupaten Sumba NTT.

Lalu tiba di Blitar, Mentan Amran bersama rombongan yang didampingi Bupati Blitar, Rijanto serta Forkompinda Kabupaten Blitar langsung menuju gudang penyimpanan gula sambil mendengarkan langsung paparan dari Direktur Pabrik Gula RMI, Syukur Iwantoro, terkait perkembangan produksi gulanya.

Dari paparanya, ia mengatakan sepanjang tahun 2019 PG RMI telah melakukan produksi gula dengan hasil 6000 ton, sedangkan Per hari kita bisa memproduksi sekitar 300 ton gula pasir dan kita kemas dan setiap kemasannya 50 kg.

Pihaknya juga memastikan bahwa produksi gula RMI telah bisa dijual secara komersial, karena sudah memenuhi standart mutu baik SNI, MUI, Balai Besar Perindustrian dan pekan ini akan proses uji di BPOM.

“Targetnya, awal tahun 2020 insaallah kami bisa memproduksi 10.000 ton gula putih,” tutur Iwan.

Usai meninjau gudang, Menpan langsung mengadakan dialog dan berpesan supaya pihak PT RMI untuk mendukung program pemerintah dalam memenuhi swasembada gula. Dimana pertahun targetnya 1juta ton yang dipatok dari 10 pabrik gula berbasis tebu itu.

“Saat ini pemerintah bisa menambah produksi gula 1 juta ton. Dari hasil yang sudah mampu diproduksi 2,5 juta ton, maka kekurangannya antara 300 sampai 500 ribu ton dan itu harus terpenuhi,” paparnya.

Lebih dalam Menteri Amran berpesan kepada Bupati Blitar untuk melindungi investor yang ada di Blitar. Tegasnya, pemerintah membuka selebar-lebarnya kran investasi untuk mendorong kemajuan sektor perekonomian dan industry. Salah satunya dengan mempermudah perijinan.

“Dengan begitu 70% plasma terbuka bagi masyarakat. Investor harus dijaga, kalau salah diberitahu,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Rijanto menanggapi positif atas saran yang telah diberikan oleh Menpan. Ia mengatakan, selama ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar mendukung penuh apa yang juga diprogramkan pemerintah pusat di daerah. Terlebih dalam hal ini khususnya investasi di perusahaan PT RMI.

“Kami tidak pernah menghambat investor. Sejauh ini ada 3 investor besar di Blitar, diantaranya PG RMI dan peternakan susu Greenfield. Insyaalah kita tidak ada istilah menghambat, dan kita segaris dengan apa yang disampaikan pak Menteri, kita tentunya mengikuti petunjuk Presiden bahwa investor akan kita bantu dan kita dampingi,” ungkapnya.

“Saya beberapa kali melakukan gathering dengan beberapa pengusaha di Jakarta dan investor. Mereka kita undang datang ke Blitar dan kita sampaikan potensi-potensi yang ada di Blitar. Saya juga memohon MoU dengan beberapa daerah, harapannya investor bisa masuk. Sambutan juga datang dari 9 duta besar timur tengah yang datang ke Blitar beberapa waktu lalu. Mereka tertaik dengan cokelat Blitar. Dan Blitar melalui Kampung Cokelat akan merintis kerjasama dengan beberapa Negara timur tengah,” sambung Rijanto mengakhiri wawancaranya.(hms).

Artikel ini telah dibaca 3834 kali

loading...
Baca Lainnya

Permudah Layanan Paspor , Kantor Imigrasi Buka ULP Di BG Juntion

SURABAYA – Warga Surabaya kini benar benar dimanjakan oleh Imigrasi. Saat ini masyarakat yang akan...

16 Oktober 2019, 15:20 WIB

Maraknya Judi Stasiun Wonokromo, KAI Berjanji Akan Lakukan Gebrakan Selama 1 Bulan

Surabaya – Stasiun Wonokromo nampaknya menjadi surga para pejudi dan pelaku prostitusi kelas teri. Setiap...

15 Oktober 2019, 07:57 WIB

Simpan Sabu Pemuda Donowati Dituntut 6 Tahun Penjara

SURABAYA – Eko Siswanto alias Ajis (35) terdakwa narkoba asal Donowati,IV Surabaya akhirnya dituntut 6...

15 Oktober 2019, 00:37 WIB

Simpan Narkoba Di Dalam Bra, Gadis Asal Lamongan Jadi Terdakwa, Diancam 12 Tahun Penjara

SURABAYA – Hanya karena menyimpan sabu sabuvfalam bra gadis mungil asal Lamongan Novita Yulia Ningsih...

15 Oktober 2019, 00:18 WIB

Dr.Muhammad Dofir SH.MH Pimpin Kejaksaan Tinggi JawaTimur

SURABAYA – Rotasi pimpinan di Kejaksaan Tinggj Jawa Timur akhirnya bergulir. Dr Sunarta SH., MH...

14 Oktober 2019, 23:46 WIB

Hindari Politik Uang, Bupati Blitar Ajak Deklarasi Damai

Blitar.deliknews – Terkait Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang bakal digelar 15 Oktober 2019 mendatang...

Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Suwito Saren Satoto. (foto/Bang Jun)

10 Oktober 2019, 18:01 WIB

loading...