Senin, 7 Oktober 2019 - 16:07 WIB

Sidang Amblesnya Jalan Gubeng, Anak Walikota Surabaya Cuma Dijadikan Saksi

Surabaya – 6 terdakwa dalam kasus amblesnya jalan gubeng akhirnya menjalani sidang perdana di PN Surabaya dengan agenda pembacaan dakwaan. Keenam terdakwa tersebut adalah Budi Susilo, Rendro Widoyoko, Aris Priyanto (berkas pertama) dan Ruby Hidayat, Lawi Asmar Handrian, Aditya Kurniawan Eko Yuwono (berkas kedua), (07/10).

Jaksa Penuntut Umum Rakhmat Hari Basuki dalam dakwaannya mengatakan bahwa ke enam terdakwa didakwa telah melakukan menyuruh dan turut serta dengan sengaja merusak bangunan yang menimbulkam bahaya bagi keamanan lalu lintas.“Para terdakwa telah melanggar sebagaimana diatur dalam Pasal 192 ke-2 KUHP atau Pasal 63 ayat (1) UU NO 38 Tahun 2004 tentang jalan. Sedangkan dalam berkas yang kedua ada Pasal tambahan seperti Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang turut serta,” ucapnya

Atas dakwaan JPU tersebut, kedua penasihat hukum keenam terdakwa menyampaikan tidak akan mengajukan upaya hukum lain, yakni Nota Keberatan (Eksepsi).“Setelah kami berdiskusi dan mencermati apa yang disampaikan oleh JPU, kami sepakat tidak akan mengajukan Eksepsi yang mulia, nanti keberatan kami akan kami masukkan dalam Nota Pembelaan (Pledoii) saja,” kata penasihat hukum terdakwa.

Ketua majelis hakim R. Anton Widyopriono setelah mendengarkan dakwaan dan ucapan penasehat hukum terdakwa akhirnya menunda sidang dan menjadwalkan bahwa persidangan bakal digelar seminggu 2 kali. “Sidang kita gelar seminggu 2 kali ya. Karena banyaknya berkas yang perlu pembuktian dan diperiksa,” kata hakim Anton.

Hari Basuki, ketika di konfirmasi usai persidangan terkait tidak ditahannya para terdakwa menyampaikan bahwa sejak awal kasus ini bergulir, keenam tersangka memang tidak dilakukan penahanan. “Sejak awal kan memang tidak ditahan,”kata Hari.

Ketika disinggung tentang Fuad Benardi, putra sulung Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, JPU Hari mengatakan cuma sebagai saksi. “Cuma jadi saksi saja. Ya nanti hadir memberikan keterangan,”pungkasnya.

Sebelumnya Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim)menetapkan enam orang tersangka dalam kasus amblasnya Jalan Gubeng, Surabaya, yang terjadi pada 18 Desember 2018 silam.

Mereka adalah Ruby Hidayat selaku Projek Manager PT Saputra Karya; Aris Priyanto selaku Side Manager dari PT NKE; Budi Susilo selaku Dirut PT NKE; Rendro Widoyoko selaku Manager PT NKE; Lasmi Awar Handrian selaku Engenering SPV PT Saputra Karya dan Aditya Kurniawan yang merupakan Side Manager PT Saputra Karya.

Selain itu, sempat juga mencuat nama putra sulung Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Fuad Benardi, dalam kasus tersebut. Fuad sendiri juga pernah diperiksa oleh penyidik Polda Jatim pada Maret 2019 lalu. (Jk/zam)

Artikel ini telah dibaca 584 kali

loading...
Baca Lainnya

PWI Tuban Bagikan 1000 Masker Kepada Pengguna Jalan, Ponpes dan Ta’mir Masjid

TUBAN – Pengurus dan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tuban membagikan 1000 masker kepada...

27 Juni 2020, 13:47 WIB

UMKM Binaan SIG Melakukan Inovasi Produk di Masa Pandemi Covid-19

Tuban – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus berupaya meningkatkan kinerja Usaha Mikro, Kecil...

25 Juni 2020, 23:55 WIB

Menyonsong Era Kenormalan Baru, Dishub Dan Satlantas Polres Tuban Siapkan Mantap Bersatu

Tuban – Pemkab Tuban melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Tuban berkolaborasi dengan Satlantas Polres Tuban membuat...

5 Juni 2020, 21:09 WIB

Komitmen SIG Hadapi Pandemic Covid-19 Dan Menyiapkan Program CSR

Tuban – sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik...

19 Mei 2020, 17:38 WIB

6 Kasus Confirmasi Positif Baru, 5 Dari Cluster Tambakboyo

Tuban – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tuban kembali mengumumkan penambahan enam kasus konfirmasi...

17 Mei 2020, 22:47 WIB

Bersama Kader PKB Dan Relawan, Ratna Juwita Sari Bagikan 25 Ton Beras Dan Paker Sembako

Tuban – Menghadapi pandemi Covid-19 yang belum juga ada tanda- tanda untuk berakhir, membuat Anggota...

14 Mei 2020, 18:59 WIB

loading...