Selasa, 17 September 2019 - 21:22 WIB

Tekan Angka Kecelakaan, KAI Daop 8 Surabaya Sosialisasikan Keselamatan Perlintasan Kereta Api

Surabaya – Untuk menekan dan mengurangi angka kecelakaan di perlintasan yang masih sering terjadi setiap tahunnya, PT KAI Daop 8 Surabaya menggelar sosialisasi keselamatan kepada pengguna jalan yang melewati perlintasan kereta api sebidang, Selasa (17/9). Kegiatan tersebut untuk memperingati HUT Perhubungan dan Kereta Api 2019.

Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Suprapto mengatakan, tingginya angka kecelakaan pada perlintasan karena lebih banyak disebabkan kurangnya kesadaran pengguna jalan. Banyak dari mereka menerobos perlintasan, meski sudah ada peringatan atau rambu-rambu. “Ini bentuk kepedulian kami, agar tidak ada lagi korban tertabrak kereta. Kegiatan ini kami lakukan selama dua (2) hari, mengambil tiga (3) titik lokasi perlintasan di Kota Surabaya. Untuk hari pertama ini kami fokuskan di perlintasan Jalan Ambengan, perlintasan Jalan Ngaglik, dan perlintasan Jalan Bungur. Ketiga perlintasan itu setiap hari dilalui oleh 140 perjalanan KA,” ujarnya

Suprapto juga menjelaskan bahwa, di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya, ada 568 perlintasan yang aktif. Namun dari jumlah tersebut, hanya sebanyak 164 perlintasan yang dijaga. Sementara sisanya sebanyak 404 perlintasan, tanpa penjaga. Sementara keberadaan rambu-rambu, penjaga dan palang pintu, hanyalah alat bantu keamanan. “Angka kecelakaan bisa ditekan, jika pengguna jalan sadar akan pentingnya keselamatan, serta disiplin saat melewati perlintasan kereta api,” tambahnya.

Meski begitu, angka kecelakaan di perlintasan sebidang ini dalam tiga (3) tahun terakhir menunjukkan tren penurunan. Dari 62 kasus kecelakaan pada 2017, turun menjadi 51 kasus pada 2018. Sementara Januari-Mei 2019, tercatat “baru” ada 27 kasus kecelakaan.

“Sebenarnya tata cara melintas di perlintasan sebidang telah diatur dalam UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas, bahwa angkutan jalan wajib berhenti di lampu tanda stop. Kemudian, tengok kanan kiri untuk menyakinkan tidak ada kereta api yang melintas,” jelas Suprapto

Bagi pengguna jalan yang melanggar atau menerobos,, akan dikenakan sanksi sesuai UU No. 22 Tahun 2009 Pasal 296. Bahwa pelanggar akan dikenakan hukuman pidana 3 bulan dan denda Rp750 ribu. “Sedangkan untuk perlintasan sebidang yang tidak mempunyai izin, harus ditutup. Sebagaimana yang tertuang dalam UU No.23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 94, penutupan perlintasan sebidang itu dilakukan oleh Pemerintah Daerah,” pungkasnya.(jj/zam)

Artikel ini telah dibaca 457 kali

loading...
Baca Lainnya

Tipu Nasabah, Kakak Beradik Jadi Pesakitan

SURABAYA – Dua bersaudara yaitu Anggraini Puspitasari dan Arieke Iswanti, akhirnya menjadi pesakitan di PN...

21 Oktober 2019, 19:26 WIB

Penyidik Polres Sampang Dilaporkan Ke Propam. Terkait Kasus Penyerangan Dan Pengerusakan Kantor Media

Surabaya – Merasa kecewa dengan kinerja penyidik Reskrim Polres Sampang, akhirnya kepala wilayah media Jawapes...

20 Oktober 2019, 18:16 WIB

Kabur Naik Bus Widji, Suami yang Bakar Istri di Surabaya Tertangkap

Surabaya – Pelarian pelaku berinisial MP yang juga suami (45) yang nekat membakar istrinya, Putri...

17 Oktober 2019, 17:08 WIB

Permudah Layanan Paspor , Kantor Imigrasi Buka ULP Di BG Juntion

SURABAYA – Warga Surabaya kini benar benar dimanjakan oleh Imigrasi. Saat ini masyarakat yang akan...

16 Oktober 2019, 15:20 WIB

Ini Kisah Anugrah Ariyadi Nyetiri Komandan Satgas PDIP Surabaya ke Peristirahatan Terakhir

Surabaya – Pukul 22.00 (WIB) Senin malam (14/10) kabar duka menyelimuti jajaran pengurus dan simpatisan...

15 Oktober 2019, 15:47 WIB

Maraknya Judi Stasiun Wonokromo, KAI Berjanji Akan Lakukan Gebrakan Selama 1 Bulan

Surabaya – Stasiun Wonokromo nampaknya menjadi surga para pejudi dan pelaku prostitusi kelas teri. Setiap...

15 Oktober 2019, 07:57 WIB

loading...