Usai Dinilai Tim Verifikasi, Programnya Bupati Blitar Jalan Terus

  • Whatsapp
Bupati Blitar, Drs H. Rijanto MM saat memberikan sambutan pelepasan Tim Verifikasi Kabupaten/Kota Sehat Tingkat Nasional 2019 di Wisata Blitar Park, Rabu (4/9/2019). Foto/Bang Jun

Blitar.deliknews – Perebutan predikat Kabupaten/Kota Sehat ada beberapa tingkatan, antara lain Swasti Saba Padapa (pemantapan), Wiwerda (pembinaan) dan Wistara (pengembangan), yang penilaiannya dilakukan setiap tahun gajil dimulai tahun 2015.

Hal tersebut adalah sebuah program nasional yang dicanangkan oleh pemerintah pusat melalui Kementrian Kesehatan (Kemenkes) serta predikatnya sangat sulit didapatkan, karena melalui penilaian yang sangat ketat dan banyak indikatornya.

Muat Lebih

Adapun penilaiannya dimulai dokumen atau profil Kabupaten Sehat terhadap kecocokan di lapangan sampai tingkat partisipasi masyarakat terhadap kesehatan lingkungan.

Menurut Bupati Blitar, Drs. H. Rijanto MM, selama 2 hari dilapangan, tim verifikasi tidak menemukan ketidak cocokan antara dokumen yang disampaiakan sebelumnya dengan dilapangan. Hanya saja ada catatan – catatan yang diintruksikan tim supaya sedikit berbenah untuk kedepannya.

“Selama 2 hari tim verifikasi mendatangi 6 tatanan/lokasi yang kita ajukan. Termasuk kegiatan yang ada di Forum Kabupaten, Sektap Forkom Kecamatan dan Sektap Pokja desa/kelurahan, kemudian di cocokan dilapangan,” ungkap Bupati usai melepas kepulangan Tim Verifikasi Kabupaten Sehat tingkat Nasional, Rabu (4/9/2019) di tempat wisata Blitar Park, Pojok Garum, Kabupaten Blitar.

Tambahnya, peningkatan predikat Kabupaten Sehat ini tidak hanya sampai pada perlombaan saja, atau hanya mencari penghargaan saja. Melainkan melaksanakan program negara dengan menghantarkan masyarakat Indonesia dalam pola hidup bersih dan sehat. “Contohnya tidak buang air besar sembarangan atau disungai,” tutur Rijanto.

Terkait dengan kesiapan Kebupaten Blitar adanya evaluasi hari ini, Rijanto mengatakan bahwa ini adalah program yang sangat bagus dan sudah dipersiapkan sejak dulu. Yang mana untuk di tahun genap ini ada pembinaan dari provinsi, sedangkan dari tahun ganjil itu dari pusat.

“Apa yang kita lakukan ini harus tegak lurus dengan program tingkat provinsi maupun pusat. Begitu juga tidak lanjut dari program ini, harus dilakukan secara terus menerus dan kita persiapkan generasi penerusnya,” tandas Bupati.(kmf).

Pos terkait