Selasa, 3 September 2019 - 19:17 WIB

Pakai Narkoba Jenis Sabu, Warga Rusun Randu Surabaya Dituntut 7,5 Tahun

SURABAYA – Dua orang terdakwa pengguna narkotika jenis Sabu Akhirnya dituntut hukuman penjara selama 7,5 tahun oleh jaksa penuntut umum.
Kedua terdakwa bernama Gregorius Banu Rikmanto (21) dan Deapy Putra Pratama (23) warga Rusun Randu, Kenjeran ini hanya bisa tertunduk lesu saat JPU Didik Yudha Aribusono membacakan tuntitannya “Menuntut kedua terdakwa dengan pidana penjara selama 7 tahun 6 bulan,” ujar JPU Didik saat membacakan amar putusannya. Selasa( 3/9)

Dalam amar tuntutannya kedua terdakwa dianggap terbukti bersalah melakukan percobaan atau permufakatan jahat dengan menyimpan, menguasai, menyediakan narkotika golongan satu bukan tanaman. “Hal yang memberatkan perbuatan terdakwa tidak mendukung upaya pemerintah dalam pemberantasan narkoba,” tegas Didik pula

Atas tuntutan tersebut, majelis hakim yang diketuai Pujo Sulaksono memberikan waktu kepada kedua terdakwa untuk mengajukan pembelaan. “Kami beri waktu satu minggu kepada kalian untuk mengajukan pledoi minggu depan,” katanya kepada kedua terdakwa.

Sedangkan Patni Ladirto Palonda, kuasa hukum kedua terdakwa menilai tuntutan KPU terhadap kliennya selama 7,5 tahun dirasakan sangat berat. “Saya selaku pengacaranya akan berusaha agar kedua terdakwa mendapat keringanan hukuman melalui pledoi,” katanya.

Patni beranggapqn bahwa kliennya berhak mendapatkan perhatian khusus dari majelis hakin. ” Saya berharap agar majelis hakim memberikan keringanan seringan-ringannya kepada kedua terdakwa. Karena memang barang bukti (sabu) belum pernah dipakai oleh kedua terdakwa,” tegas advokat dari LBH Lacak ini.

Sebelumnya, dalam dakwaan dijelaskan bahwa kedua terdakwa ditangkap Tim Anti Bandit Unit Reskrim Polsek Benowo pada Mei lalu. Saat itu, kedua terdakwa ditangkap saat melintas di Jalan Tenggumung Baru Surabaya.

Saat ditangkap, polisi mendapati kedua terdakwa tengah membawa narkoba jenis sabu seberat 0,29 gram. Kepada polisi, kedua terdakwa mengaku membeli barang haram itu dari seseorang bernama CACAK (DPO) dengan harga Rp 100 ribu (fan/zam)

Artikel ini telah dibaca 564 kali

loading...
Baca Lainnya

Tipu Nasabah, Kakak Beradik Jadi Pesakitan

SURABAYA – Dua bersaudara yaitu Anggraini Puspitasari dan Arieke Iswanti, akhirnya menjadi pesakitan di PN...

21 Oktober 2019, 19:26 WIB

Penyidik Polres Sampang Dilaporkan Ke Propam. Terkait Kasus Penyerangan Dan Pengerusakan Kantor Media

Surabaya – Merasa kecewa dengan kinerja penyidik Reskrim Polres Sampang, akhirnya kepala wilayah media Jawapes...

20 Oktober 2019, 18:16 WIB

Kabur Naik Bus Widji, Suami yang Bakar Istri di Surabaya Tertangkap

Surabaya – Pelarian pelaku berinisial MP yang juga suami (45) yang nekat membakar istrinya, Putri...

17 Oktober 2019, 17:08 WIB

Permudah Layanan Paspor , Kantor Imigrasi Buka ULP Di BG Juntion

SURABAYA – Warga Surabaya kini benar benar dimanjakan oleh Imigrasi. Saat ini masyarakat yang akan...

16 Oktober 2019, 15:20 WIB

Ini Kisah Anugrah Ariyadi Nyetiri Komandan Satgas PDIP Surabaya ke Peristirahatan Terakhir

Surabaya – Pukul 22.00 (WIB) Senin malam (14/10) kabar duka menyelimuti jajaran pengurus dan simpatisan...

15 Oktober 2019, 15:47 WIB

Maraknya Judi Stasiun Wonokromo, KAI Berjanji Akan Lakukan Gebrakan Selama 1 Bulan

Surabaya – Stasiun Wonokromo nampaknya menjadi surga para pejudi dan pelaku prostitusi kelas teri. Setiap...

15 Oktober 2019, 07:57 WIB

loading...