Rabu, 21 Agustus 2019 - 15:19 WIB

Rapat Koordinasi Bersama BBWS Jatim, Bupati Sarankan Segera Diselesaiakan Tepat Waktu

Blitar.deliknews – Proyek yang ditargetkan selesai selama 3 tahun dan sampai pertengahan tahun 2019 belum kelar, Pemerintah Kabupaten Blitar menggelar rapat koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Jawa Timur di Pendopo Ronggo Hadi Negoro (RHN) pada Rabu (21/08/2019) siang.

Dalam rapat koordinasi ini membahas tentang perkembangan Normalisasi Kali Bogel yang terletak di Kelurahan/Kecamatan Sutojayan Kebupaten Blitar yang sampai saat ini pembebasan lahan masih belum tuntas.

Pekerjaan yang dilakukan diantaranya adalah pelebaran sungai dari lebar 6 meter menjadi 14 meter dan pembuatan tanggul di kedua sisi aliran sungai setinggi 7 meter untuk mencegah terjadinya longsor.

Disisi lain jika proyek Normalisasi Kali Bogel selesai akan memberikan dampak yang positif kepada masyarakat sekitar terutama yang berada di Desa Pandanarum, Bacem, Sumberejo, Sutojayan dan Kedungbunder agar mengurangi resiko terdampak banjir.

Bupati Blitar Rijanto menyatakan agar proses Normalisasi segera tuntas pihaknya mengharapkan peran dari seluruh lapisan masyarakat agar ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan ini.

“Ya bisa dikatakan agar proyek ini selesai tepat waktu, dibutuhkan dukungan dari masyarakat semua agar normalisasi kali bogel bisa selesai tepat waktu,” ungkapnya Bupati Blitar saat meninjau proyek normalisasi kali bogel

Pemerintah Kabupaten Blitar berharap agar segala permasalahan terkait normalisasi kali bogel segera diselesaikan karena mengingat jika sudah memasuki musim penghujan lokasi sekitar kali bogel rawan terjadi banjir akibat luapan sungai.

“Kita harapkan segala permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat yang terdampak normalisasi bisa segera diselesaikan agar masyarakat tidak was – was saat memasuki musim penghujan,” tutur Rijanto

Untuk diketahui selama ini daerah tersebut rawan terjadi banjir karena sedimentasi dan debit air yang menggerus dinding sungai dan tanggul sungai yang rendah. Banjir paling parah tercatat terjadi pada tahun 2004 dengan ketinggian lebih dari 2 meter yang merusak lahan pertanian dan rumah-rumah penduduk.

Untuk diketahui setelah meninjau perkembangan proyek normalisasi yang berada di Sutojayan, Bupati Blitar juga meninjau pelaksanaan rehabilitasi jalan yang berada di Desa Sumberjati dan Desa Sumberejo Kecamatan Kademangan.(kmf).

Artikel ini telah dibaca 8166 kali

loading...
Baca Lainnya

Komitmen SIG Hadapi Pandemic Covid-19 Dan Menyiapkan Program CSR

Tuban – sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik...

19 Mei 2020, 17:38 WIB

6 Kasus Confirmasi Positif Baru, 5 Dari Cluster Tambakboyo

Tuban – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tuban kembali mengumumkan penambahan enam kasus konfirmasi...

17 Mei 2020, 22:47 WIB

Bersama Kader PKB Dan Relawan, Ratna Juwita Sari Bagikan 25 Ton Beras Dan Paker Sembako

Tuban – Menghadapi pandemi Covid-19 yang belum juga ada tanda- tanda untuk berakhir, membuat Anggota...

14 Mei 2020, 18:59 WIB

Bantu Tangani Covid-19, SIG Salurkan Bantuan Alkes dan APD di Bondowoso dan Situbondo

Jakarta – Pemerintah terus melakukan langkah intensif dalam penanggulangan pandemi Covid-19. Salah satunya dengan kebijakan...

13 Mei 2020, 05:29 WIB

Unit Pengumpul Zakat (UPZ) SIG Salurkan Bantuan untuk Penanganan Covid-19 di Kabupaten Gresik dan Lamongan

Jakarta – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) SIG menyalurkan...

8 Mei 2020, 03:33 WIB

Bantu Tanggulangi Covid-19 di Gresik dan Lamongan, SIG Serahkan Bantuan Alkes dan APD Senilai Rp750 Juta

Gresik – Sebagai bentuk peran serta dalam penanggulangan Covid-19, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG)...

7 Mei 2020, 15:48 WIB

loading...