Bupati Blitar Open Kejurkab Bulutangkis 2019

  • Whatsapp

Blitar.deliknews – Dalam rangka mencari bibit atlet bulutangkis yang berkualitas, Pemkab Blitar melalui PBSI Kabupaten Blitar menggelar Kejurkab Bulutangkis Piala Bupati Blitar 2019, dimana laga tersebut dipusatkan di gedung serbaguna Jalan S. Supriyadi No.17 Kota Blitar.

Ajang ini dibuka langsung oleh Bupati Blitar, Drs. H. Rijanto MM dan Wakilnya, Marhaenis Urip Widodo. Hadir pula, Sekjen PP PBSI, Ketua Umum PBSI Jawa Timur, Ketua KONI Kabupaten Blitar, Kepala OPD dan Walikota Malang.

Muat Lebih

Sedangkan untuk meramaikan pembukaan tersebut, PBSI Kabupaten Blitar menghadirkan Markis Kido dan Liliyana Natsir sebagai bintang tamu, dimana keduanya adalah pemain bulutangkis tingkat nasional dan internasional.

Bupati Blitar dalam sambutanya berharap, kepada para atlet untuk meniru trik dan ilmu cara bermain dari keduanya, sehingga dapat memenangkan kejuaraan tersebut.

“Amati betul cara bermainya dan semoga kelak kalian juga bisa seperti dia,” kata Rijanto dihadapan para pemain, Senin (12/8/2019) malam itu.

Dijelaskan juga, Kompetisi ini diikuti kurang lebih sekitar 20 Persatuan Bulu Tangkis (PB) yang ada di Kabupaten Blitar dan terbagi dalam 6 kategori Yakni, pra-usia dini (maksimal 8 tahun), usia dini (9–10 tahun), anak-anak (11–12 tahun), pemula (13–14 tahun), remaja (15–16 tahun), dan taruna (17–18 tahun).

“Yang menarik, kejuaraan ini juga akan mendapat partisipasi dari ganda veteran yang berusia (90-100 tahun) dan itu sungguh luar biasa,” terang Bupati.

Sementara Ketua Umum Pengurus PBSI Kabupaten Blitar Achmad Lazim mengatakan, event ini bertujuan untuk mencari bibit – bibit baru yang kelak akan mewakili Kabupaten Blitar untuk kejuaraan yang lebih tinggi, sekaligus dalam rangka pembinaan PB yang ada di bawah naungannya.

“Upaya ini sangat efektif seperti di tahun 2015 lalu Kabupaten Blitar pernah menyumbang stok pemain bulutangkis tingkat nasional,” ungkapnya.

Selain itu, Lazim berharap untuk mempergunkan event ini sebagai salah satu media, untuk melatih mental tanding atlet terutama mereka yang masih berusia dini.

“Kami tekankan pada pelatih klub untuk tidak selalu menargetkan juara dalam kejurkab ini. Regenerasi harus berjalan baik dengan melatih mental tanding atlet-atlet di usia dini,” ujarnya.(kmf).

Pos terkait

loading...