Film Bali: Beats of Paradise, Bupati Blitar Akui Livi Cheng Sosok Nasionalis

  • Whatsapp
Bupati Blitar, Rijanto bersama keluarga saat berpose dengan sutradara film Bali: Beats of Paradise, Livi Cheng di Bioskop CGV Cinemas Blitar Square, Selasa (6/8/2019) malam. (foto/Bang Jun)

Blitar.deliknews – Disaat yang sama, Bupati Blitar, Rijanto dan Plt Walikota Blitar, Santoso dalam acara menghadiri undangan Livi Zheng sutradara Film Bali Beats of Paradise untuk nonton bareng hasil karyanya, Selasa (6/8/2019) malam di CGV Blitar.

Sebelum pemutaran film Bupati Blitar mengatakan, Livi Cheng adalah sosok perempuan muda yang patut dibanggakan, khususnya warga masyarakat Blitar. Walaupun hidupnya lama di Los Angeles, Amerika Serikat tapi dia tidak pernah lupa akan tanah kelahiranya. “Dari sekian banyak orang yang sukses di luar negeri, Livi Cheng salah satu orang yang masih mempunyai jiwa nasioanal yang tinggi. Artinya, cinta akan tanah airnya masih tertanam di dadanya,” kata Bupati dihadapan penonton dan di sambut dengan tepuk tangan yang riuh.

Muat Lebih

Hal yang sama juga disampaikan Plt Walikota Blitar, Santoso. Ia mengatakan, “Apa yang akan kita saksikan ini adalah sebuah karya anak bangsa yang patut kita banggakan dan ini dapat kita jadikan sebuah inspirator bagi masyarakat blitar, sepanjang ada kemauan keras dan semangat yang tinggi prestasi itu pasti akan kita dapat walapun berada di luar negara Republik Indonesia ini,” tutur Santoso.

Santoso juga mengatakan bahwa Livi Cheng adalah seorang anak pengusaha yang juga sukses di Jakarta dan mempunyai hotel sebanyak 6 tempat. Namun sosok Livi Cheng tidak lupa akan budaya tanah airnya, sehingga dengan karyanya yang berjudul Bali: Beats of Paradise ini mampu mengangkat citra bangsa Indonesia ke manca negara. ” tandas Santoso.

Sementara Produser Film Bali: Beats of Paradise, Livi Cheng ini menceritan seputar film buatannya yang mengangkat kisah nyata perjalanan hidup I Nyoman Wenten, seniman asal Bali yang ahli dalam seni tari dan gamelan Bali serta sukses di Los Angeles, Amerika Serikat.

Tambah Livi Cheng, dalam film itu diceritakan bagaimana Wenten mengenal dan menekuni instrumen tradisional gamelan Bali sejak kecil yang ditinggal mati ibunya sejak usia dua tahun dan sempat hidup menderita.

“Sedangkan Wenten yang datang dari sebuah desa di Bali yang terpencil dan akhirnya sukses di Los Angeles dengan mengajar di tiga sekolah di Amerika Serikat, yaitu di Departemen Jurusan Etnomusikologi UCLA, Herb Alpert School of Music, dan California Institute of the Arts,” ungkap Livi Cheng.

“Dari situ mengingatkan perjuangan saya dan akhirnya terinspirasi untuk membuat film dokumenter seperti yang anda akan saksikan ini,” pungkasnya.(kmf).

Pos terkait

loading...