Prosesi Pepehan, Wakil Bupati Blitar Menjadi Ki Patih

  • Whatsapp

Blitar.deliknews – Pepehan, merupakan sebuah prosesi yang diadakan sebelum pagelaran Pisowanan Agung yang menggambarkan pertemuan agung antara rakyat dengan raja yang memimpin, dalam hal ini adalah pertemuan antara Bupati Blitar dengan masyarakat Kabupaten Blitar yang dipusatkan di alon – alon depan Pendopo Agung Ronggo Hadi Notonegoro.

Dalam sejarahnya, Pisowanan Agung merupakan sarana untuk rakyat dalam menyampaikan keluh kesahnya kepada pemimpin yang diawali dengan tindakan pepehan, yaitu berjemur di bawah terik sinar matahari hingga Sultan datang menemui untuk melakukan dialog terkait dengan alasan mereka ingin bertemu rajanya

Muat Lebih

Acara istimewa ini dikemas dengan partisipasi ribuan orang mulai Kepala Desa se-Kabupaten Blitar dan perangkatnya, Camat se-Kabupaten Blitar beserta jajarannya
dengan mengenakan busana adat jawa yang kental. Disitu ditampilkan suasana ala kerajaan jaman dahulu yaitu masa kerajaan Majapahit.

Wakil Bupati Blitar, Marhaenis Urip Widodo berperan ki patih menerima para msyarakat yang dalam hal ini diperankan oleh Kepala Desa/ Camat/ perangkat dan jajarannya untuk menanyakan maksutnya berkumpul di alon – alon Kota Blitar dengan berpepehan/berjemur dibawah terik matahari.

“Hai sanak kadang, arep nyangopo saliro nglumpuk neng alon – alon kene. (red, Hai Saudara – saudaraku semua, ada urusan apa semua pada ngumpul di alon – alon sini),” kata Marhaenis Senin (5/8/2019), dalam bahasa jawa.

Pertanyaan tersebut dijawab oleh Bambang Dwi Purwanto selaku Kabag Pemerinthan dan dalam hal ini memerankan perwakilan dari masyarakat untuk ijin menghadap Kajeng Adipati Sepuh/Bupati Blitar untuk mengeluarkan pendapatnya.

Selanjutnya para masyarakat yang diperankan oleh kepala desa/Camat/perangkat desa beserta jajaran kecamatan di persilahkan masuk ke Pendopo Agung Ronggo Hadi Notonegoro dengan membawa panji – panji dari masing – masing desa maupun kecamatan sesuai kelompoknya.(kmf).

Pos terkait

loading...