Pisowanan Agung, Prosesi Puncak Hari Jadi Blitar Ke 695

  • Whatsapp

Blitar.deliknews – Kirap Hurub Hambangun Praja yang bertajuk ‘Kiblat Papat Limo Pancer’ dan Pisowanan Agung merupakan puncak prosesi peringatan Hari Jadi Blitar ke-695. Prosesi upacara ini, diawali dengan kirab Pisoanan Agung dari halaman Aloon-aloon Blitar menuju Pendopo Ronggo Hadi Notonegoro.

Wakil Bupati Blitar, Marhaenis Urip Widodo, kali ini bertindak selaku Ki Patih dalam Pisowanan Agung ini menerima para msyarakat yang dalam hal ini diperankan oleh Kepala Desa/ Camat/ perangkat dan jajarannya untuk menanyakan maksutnya berkumpul di alon – alon Kota Blitar dengan berpepehan/berjemur dibawah terik matahari.

Muat Lebih

Dipimpin camat masing-masing, peserta mengarak panji-panji desa/kelurahan/kecamatan menuju Pisowanan Agung tersebut, menariknya semua berpakain layaknya pakaian ala kerajaan dan peserta upacara mengenakan pakaian tradisional ala adat Jawa kental menuju Pendopo Agung Ronggo Hadi Notonegoro.

Selanjutnya disusul iring – iringan Kirap Hurub Hambangun Praja dengan membawa ke tiga pusaka tersebut berupa, Kitab Sejarah, Panji Lambang Daerah dan Damar Hurub Hambangun Praja, yang merupakan sesantinya/semangat Kabupaten Blitar diarak menuju tempat persemayamannya yang sebelumnya telah di kirab selama 25 hari menuju Kiblat Papat dan seluruh kecamatan dan desa-desa di Kabupaten Blitar.

“Yang dimaksud dengan Kiblat Papat Limo Pancer tersebut yaitu Pendopo Ronggo Hadinegoro sebagai pancer atau pusat dari Kabupaten Blitar. Dimana sebelumnya, ketiga pusaka tersebut dikirap menuju kiblat papat yaitu Kiblat Lor yaitu Candi Penataran, Nglegok, Kiblat Kulon yaitu petilasan prasasti Padelegan Desa Pikatan, Kecamatan Wonodadi, Kiblat Kidul yaitu Candi Simping Desa Sumberjati, Kecamatan Kademangan, Kiblat Wetan, Prasati Munggut di Desa Babatan, Kecamatan Wlingi,” ungkap Bupati Blitar, Rijanto, Senin (5/8/2019) usai acara Pisowanan Agung.

“Lalu, sebelumnya pada 3 Agustus 2019 kemarin dari Candi Sawentar diarak menuju Pendopo Sasanan Adi Praja yang dimeriahkan dengan pagelaran Trotoar Blitar Festival (Blitar Palah Festival) dengan menghadirkan pameran fashion batik, parade mobil hias dan berbagai tampilan yang luar biasa untuk mengenalkan berbagai potensi Kabupaten Blitar pada seluruh masyarakat,” sambung bupati.

Kirab Hurub Hambangun Praja ini menurut Rijanto, diakhiri dengan kedatangan Pisowanan Agung di Pendopo Ronggo Hadinegoro yang bertepatan dengan Hari Jadi Blitar jatuh pada 5 Agustus 2019.

“Kirab Hurub Hambangun Praja dan Pisowanan Agung ini sekaligus untuk mengenalkan pada masyarakat tetang sejarah berdirinya Kabupaten Blitar pada 5 Agustus. Dengan mengetahui sejarah Hari Jadi Kabupaten Blitar sendiri, dimaksudkan supaya masyarakat memiliki rasa memiliki dan memupuk rasa kecintaannya pada Blitar guna menciptakan Kabupaten Blitar lebih sejahtera, maju dan berdaya saing,” pungkasnya. (kmf).

Pos terkait

loading...