Bupati Blitar Undang Seribu Orang Baca Serat Ambya

  • Whatsapp

Blitar.deliknews – Setelah dikirab mengelilingi 22 Kecamatan se-Kabupaten Blitar, Minggu (4/8/2019) malam ini ke-3 Pusaka tersebut bersemayam di Pedopo Sasana Adi Praja, Kantor Bupati Blitar, Kanigoro dan juga digelar prosesi malam tirakatan.

Ke-3 Pusaka yang bersemayam di pendopo tersebut berupa Kitab Sejarah, Panji Lambang Daerah dan Obor Hurub Hambangun Praja, yang merupakan sesantinya/semangat Kabupaten Blitar yang sebelumnya bersemayam di Candi Sawentar. Lalu, Sabtu (3/8/2019) malamnya dikirap dari Candi Sawentar menuju pendopo SAP.

Muat Lebih

Kirap Hurub Hambangun Praja yang bertajuk Kiblat Papat Limo Pancer ini mencapai puncaknya. Dimana rombongan kirab disambut dengan pagelaran pawai budaya bertajuk Trotoar Blitar Festival (TBF) 2019 dan kedepan akan dijadikan event tahunan dengan tajuk Blitar Pallah Festival (BPF).

Dimana malam itu, berbagai pagelaran diadakan. Diawali dengan fashion show batik khas Blitar yang diperagakan oleh Kepala OPD dan Camat se-Kabupaten Blitar bersama sarimbit, Bupati Blitar, Drs. H. Rijanto MM bersama ibu juga ikut sebagai model.

“Kedepan akan kita tingkatkan pagelaran ini dan kita jadikan sebagai event tahunan dengan harapan bisa menyedot wisatawan dari luar daerah maupun manca negara,” ujar Rijanto dalam sambutan malam itu.

Usai fashion show batik khas Blitar yang diperankan oleh jajaran Pemkab Blitar, maka juga digelar fashion show batik dari produk UMKM binaan Disperindag Kabupaten Blitar dengan diperankan oleh model UMKM itu sendiri.

Kirap Hurub Hambangun Praja yang dimeriahkan dengan Trotoar Blitar Festival 2019 malam itu, acara semakin meriah dengan diakhiri pertunjukan tari – tarian yang dikolaborasi tarian gaya modern dan parade mobil hias yang diikuti oleh Dinas, Badan dan instansi vertikal.

Sedang malam ini, Minggu (4/8/2019) Pemkab Blitar menggelar malam tirakatan yang dihadiri oleh Majelis Ambya Kabupaten Blitar dan OPD yang didalamnya diadakan pembacaan Serat Ambya. Setelah itu, ke-3 pusaka itu sesuai rencana besoknya akan dikirap lagi menuju tempat semayamnya yaitu di Pendopo Ronggo Hadi Notonegoro.

Dimalam tirakan ini, Bupati Blitar mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk syukur atas pemberian kesejahteraan dan ketentraman yang diberikan oleh Allah SWT bagi masyarakat Kabupaten Blitar. Selain itu juga dalam rangka memperingati hari jadi Blitar ke 695.

“Tidak semua kabupaten memiliki Ambya seperti Blitar, maka dari itu harus diuri-uri dan dilestarikan dan ini adalah sarana sillaturahim antara Ulama dan Umarok sebagai wujud keeratan. Selain itu, ini juga bentuk rasa syukur atas limpahan rahmad Allah SWT berupa kesejahteraan dan ketrentaman yang diberikan kepada masyarakat dan Pemerintah kabupaten Blitar,” tutur Bupati dihadapan seribu orang Majelis Ambya.

Sekedar diketahui, Bupati Blitar mengapresiasi kepada Majelis Ambya Kabupaten Blitar yang telah ikut memeriahkan dan memperingati hari jadi Kabupaten Blitar ini dengan memberikan bantuan berupa seperangkat gamelan/cowek untuk mengiringi pembacaan Serat Ambya.(kmf).

Pos terkait

loading...