Buntut Penggrebekan Jamu Ilegal di Blitar, BPOM Surabaya Layangkan SPDP Ke Polda Jatim

  • Whatsapp
Tim BPOM Surabaya saat melakukan penggledahan di Desa Sumber, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, Rabu (31/7/2019) kemarin.(foto : dok/Bang Jun)

Blitar.deliknews – Setelah melakukan penggrebekan terhadap jamu olahan tanpa izin edar yang ada di Blitar Rabu (31/7) kemarin, maka Tim Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya berhasil menyita barang tersebut sejumlah satu truck dari 3 lokasi yang berbeda dengan pemilik yang sama.

Joni Idrus Setiawan, selaku Kepala Loka Pom/BPOM Surabaya yang berkantor di Jalan Pahlawan Kusuma Bangsa Nomor 42, Banjaran Kediri melalui seluler, Jumat (2/8/2019) kepada deliknews mengatakan, Ke-3 lokasi tersebut, yakni dari Toko Jamu Sumber Jaya, Jalan Bakung No.103 Rt/Rw 02/06 Kelurahan/Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar penyitaan ada 8 item. Lalu, dari rumah dan bangunan di Jalan Bakung No. 99 Rt/Rw 02/06 Kelurahan/Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, penyitaan 21 item. Kemudian, dari rumah dan bangunan di Desa Sumber, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, penyitaan 10 item.

Muat Lebih

“Total 39 item dari ke-3 lokasi tersebut, atas nama pemilik Hendri Ermawan warga Jalan Bakung Kota Blitar. Sedangkan jumlah barang yang kami sita sebanyak 44.326 rentengan, botol, bungkus dan sanchet serta 3 bendel dokumen penjualan,” ungkap Joni.

Tambahnya, selain jamu tanpa disertai surat izin edar, juga menggunakan nomor registrasi POM fiktif, karena tidak muncul di database Badan POM. Hal ini pelaku telah melanggar UU Kesehatan No 36 Tahun 2009 pasal 197 dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. Selain itu, “BPOM Surabaya juga sudah melayangkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Polda Jatim untuk segera ditindak lanjuti,” tutur Joni.

Sekedar diketahui, sejak dimulainya pratek jual jamu ilegal sampai penggrebekan berlangsung, menurut pemilik barang tersebut sudah berlangsung selama 4 tahun. (jun).

Pos terkait

loading...