Sabtu, 3 Agustus 2019 - 04:45 WIB

Tim BPOM Surabaya saat melakukan penggledahan di Desa Sumber, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, Rabu (31/7/2019) kemarin.(foto : dok/Bang Jun)

Tim BPOM Surabaya saat melakukan penggledahan di Desa Sumber, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, Rabu (31/7/2019) kemarin.(foto : dok/Bang Jun)

Buntut Penggrebekan Jamu Ilegal di Blitar, BPOM Surabaya Layangkan SPDP Ke Polda Jatim

Blitar.deliknews – Setelah melakukan penggrebekan terhadap jamu olahan tanpa izin edar yang ada di Blitar Rabu (31/7) kemarin, maka Tim Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya berhasil menyita barang tersebut sejumlah satu truck dari 3 lokasi yang berbeda dengan pemilik yang sama.

Joni Idrus Setiawan, selaku Kepala Loka Pom/BPOM Surabaya yang berkantor di Jalan Pahlawan Kusuma Bangsa Nomor 42, Banjaran Kediri melalui seluler, Jumat (2/8/2019) kepada deliknews mengatakan, Ke-3 lokasi tersebut, yakni dari Toko Jamu Sumber Jaya, Jalan Bakung No.103 Rt/Rw 02/06 Kelurahan/Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar penyitaan ada 8 item. Lalu, dari rumah dan bangunan di Jalan Bakung No. 99 Rt/Rw 02/06 Kelurahan/Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, penyitaan 21 item. Kemudian, dari rumah dan bangunan di Desa Sumber, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, penyitaan 10 item.

“Total 39 item dari ke-3 lokasi tersebut, atas nama pemilik Hendri Ermawan warga Jalan Bakung Kota Blitar. Sedangkan jumlah barang yang kami sita sebanyak 44.326 rentengan, botol, bungkus dan sanchet serta 3 bendel dokumen penjualan,” ungkap Joni.

Tambahnya, selain jamu tanpa disertai surat izin edar, juga menggunakan nomor registrasi POM fiktif, karena tidak muncul di database Badan POM. Hal ini pelaku telah melanggar UU Kesehatan No 36 Tahun 2009 pasal 197 dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. Selain itu, “BPOM Surabaya juga sudah melayangkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Polda Jatim untuk segera ditindak lanjuti,” tutur Joni.

Sekedar diketahui, sejak dimulainya pratek jual jamu ilegal sampai penggrebekan berlangsung, menurut pemilik barang tersebut sudah berlangsung selama 4 tahun. (jun).

Artikel ini telah dibaca 174 kali

loading...
Baca Lainnya

Diklatpim IV Pemkot Blitar, Proyeksinya Bisa Ada Perubahan

Blitar.deliknews – Sebanyak 40 orang mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) tingkat IV yang diselenggarakan...

20 Agustus 2019, 19:31 WIB

Guna Meningkatkan Performa Calon Mahasiswa, POLTEK UBAYA Datangkan Motivator Tingkat Nasional

Surabaya – Guna meningkatkan mutu kualitas performa dan wawancara saat mencari kerja , Universitas UBAYA...

20 Agustus 2019, 15:35 WIB

Pemkab Blitar Kembangkan SDM Melalui Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

Blitar.deliknews – Upaya untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan kesejahteraan masyarakat, Pemkab Blitar...

20 Agustus 2019, 15:01 WIB

Melongok Aksesoris Kulit Sepeda Kuno Ala Sumadi Seng

MAGETAN – Kerajinan tangan berbahan kulit sapi atau kambing yang dihasilkan para perajin Kabupaten Magetan...

19 Agustus 2019, 22:42 WIB

Launching tali bumi Ini kata Bupati Blitar

Blitar.deliknews – Bupati Blitar, Rijanto meresmikan kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan...

19 Agustus 2019, 12:00 WIB

Layani Seks Threesome, Wanita Asal Jember Diciduk Unit PPA Polrestabes Surabaya

Surabaya – Jaringan prostitusi melalui online yang menawarkan layanan seks threesome kembali dibongkar oleb Unit...

17 Agustus 2019, 17:26 WIB