Jumat, 2 Agustus 2019 - 14:09 WIB

Foto : Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar, Toha Mashuri (dok/Bang Jun)

Foto : Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar, Toha Mashuri (dok/Bang Jun)

Dewan Soroti Kerusakan Jalan, Dishub Kabupaten Blitar Ambil Langkah

Blitar.deliknews – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar akan segera melakukan penertipan terhadap truck bermuatan pasir/galian C yang melebihi tonase, sehingga mengakibatkan jalan menjadi cepat rusak.

Hal ini diungkap, Kepala Dishub Kabupaten Blitar, Toha Mashuri, Jumat, (2/8/2019) di kantornya Jl. Raya Dandong No.53, Dandong, Srengat, Kabupaten Blitar.

Toha mengatakan, bahwa untuk klas jalan yang ada di Kabupaten Blitar adalah klas III dengan berat beban maksimal 8 ton.

“Sesuai dengan perundang – undangan Klas jalan yang ada di kabupaten Blitar adalah klas III. Jadi maksimal 8 ton,” kata Toha.

Toha juga menuturkan, sedangkan kerusakan jalan yang ada di Kabupaten Blitar wilayah utara itu, banyak didominasi akibat truck pengangkut tambang pasir yang melebihi tonase. Untuk itu, pihaknya akan segera mengadakan penertipan pada jalur – jalur yang dilalui truck tambang.

Sedangkan dalam penindakan penertipan, pihaknya tidak bisa sendirian, harus bekerjasama dengan pihak kepolisian.

Kemudian, untuk pengaturan jalur agar tidak dilalui truck pengangkut pasir, Dishub Kabupaten Blitar akan melakukan pengkajian terlebih dahulu. Karena posisi tambang
berada di jalan pedesaan.”
Ujar Toha.

“Tentunya dipastikan keluar dari tambang pastinya melalui jalan yang belum standart. Sehingga perlu ditertipkan masalah tonase jangan sampai melebihi muatan,” tambahnya.

Ditempat terpisah, Panoto selaku Komisi I anggota DPRD Kabupaten Blitar menyarakan kepada pemerintah daerah untuk segera menertipkan pertambangan ilegal yang ada di wilayah Kabupaten Blitar dengan berkoordinasi dengan pihak yang menanganinya.

Dimana menurut Panoto, dari kegiatan itu banyak menyebabkan kerusakan jalan. Sementara, dilihat dari kegiatan itu tidak adanya kontribusi balik untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Ini adalah persoalan yang serius, dimana kita hanya mendapat limbah infrastruktur dari kerusakan jalan tersebut. Sementara tidak ada kontribusi balik untuk biaya perawatan jalan,” tuturnya.

Hal yang sama juga dikatakan Panoto, dengan keseriusan pemerintah daerah untuk penertiban klas jalan setidaknya dapat menimalisir kerusakan jalan akibat kelebihan tonese truck pengangkut tambang pasir.

“Dengan penertiban klas jalan, setidaknya sudah dapat menimalisir pertambangan ilegal yang ada di Kabupaten Blitar. Dimana dari kegiatan pertambangan itu juga banyak yang keluar ke daerah lain,” tandasnya.(jun)

Artikel ini telah dibaca 2561 kali

loading...
Baca Lainnya

Hindari Politik Uang, Bupati Blitar Ajak Deklarasi Damai

Blitar.deliknews – Terkait Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang bakal digelar 15 Oktober 2019 mendatang...

Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Suwito Saren Satoto. (foto/Bang Jun)

10 Oktober 2019, 18:01 WIB

Amankan Pilkades Serentak, Bupati Blitar Serahkan 2.208 Personil Satlinmas

Blitar.deliknews – Sebanyak 2.208 personil Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dari 167 desa yang tersebar di...

Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Suwito Saren Satoto. (foto/Bang Jun)

10 Oktober 2019, 16:34 WIB

Pastikan Pelaksanaan Pilkades Serentak Aman Dan Lancar, DPRD Kabupaten Blitar Gelar Rapat Diskusi Tematik

Blitar.deliknews – DPRD Kabupaten Blitar gelar ‘Rapat Diskusi Tematik’ dengan Eksekutif, Polres Kota/Kabupaten Blitar dan...

10 Oktober 2019, 11:02 WIB

Menpan Arman Kunjungi PT RMI di Blitar, 10 Pabrik Gula Tebu Harus Tuntas Dibangun

Blitar.deliknews – Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengunjungi Pabrik Gula (PG) Rejoso Manis Indo (RMI) di...

10 Oktober 2019, 07:44 WIB

Polemik Pedagang Unggas Keputran PD Pasar Tak Pedulikan Hasil Hearing Dengan DPRD Surabaya

Surabaya – Polemik pemindahan pedagang unggas di pasar Keputran bergejolak lagi. Pasalnya, pihak PD Pasar...

9 Oktober 2019, 10:20 WIB

Sidang Amblesnya Jalan Gubeng, Anak Walikota Surabaya Cuma Dijadikan Saksi

Surabaya – 6 terdakwa dalam kasus amblesnya jalan gubeng akhirnya menjalani sidang perdana di PN...

7 Oktober 2019, 16:07 WIB

loading...