Kamis, 18 Juli 2019 - 21:04 WIB

Terkait Penambangan Ilegal di Kaliputih Blitar, Gubenur Jatim Turun Tangan

Blitar.deliknews – Konflik Warga Desa Sumberagung, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar dengan penambang ilegal di wilayah aliran Sungai Kaliputih, membuat Gubenur Khofifah Indar Parawansa turun tangan.

Yang mana struktur bangunan penyangga pipa sarana air bersih untuk mencukupi kebutuhan warga setempat sebanyak 4000 lebih Kepala Keluarga (KK) rusak yang diakibatkan penambangan yang tidak mengantongi ijin Rekomendasi Teknis (Rekomtek).

Adapun tindak lanjut Gubenur Jawa Timur atas aduan masyarakat yang diteruskan oleh Bupati Blitar, Drs. H. Rijanto MM, maka digelarnya Rapat Koordinasi Dengan Tim Pertambangan Provinsi Jawa Timur Terkait Dengan Pertambangan Ilegal di Wilayah Kabupaten Blitar, Kamis (18/7/2019) di ruang rapat Candi Simping, Kantor Bupati Blitar di Kanigoro.

Rapat ini dihadiri oleh Tim Pemprov Jatim yang diwakili oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Satpol PP Provinsi Jawa Timur, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dan PU SDA Surabaya, sedangkan dari Tim Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar diwakili oleh Kepala Dinas Perkim, Kepala Dinas Lingungan Hidup serta dihadiri Muspika Garum dan Gandusari dan juga perwakilan Polres Kota/Kabupaten.

Menurut Kasatpol PP Provinsi Jawa Timur, Budi Santoso mengatakan, pihaknya akan melakukan pendekatan guna menyelasaikan persoalan ini, dengan bekerjasama berbagai pihak terkait seperti TNI/Polri, Tokoh Masyarakat serta Pemerintah Daerah. Selain itu, pihanya juga akan membantu untuk memfasilitasi mengenai perijanan yang selama ini dianggap sulit.

“Dari hasil pantauan dilapangan selama dua hari ini, kita sudah melakukan koordinasi dengan para koordinator penambang, yang pada intinya para penambang tersebut siap membantu antisipasi penanggulangan yang sifatnya sementara, dengan memasang tanggul – tanggul yang terbuat dari karung plastik yang berisi pasir dan batu untuk menanggulangi degradasi bibir sungai agar tidak lebih luas kerusakanya,” ungkapnya.

“Setelah adanya titik -titik moratorium yang telah ditentukan, bagi penambang harus membuat pakta intregritas yang harus disepakati dan dijaga komitmenya untuk tidak mengalirkan arus sungai ke bibir sungai. Dimana impact arus sungai ini akan membahayakan tebing – tebing sungai dan mengakibatkan longsor yang lebih luas,” sambung Budi.

Disoal terkait dengan kegiatan penambangan ilegal tersebut, apakah masih bisa berjalan/diperbolehkan melakukan penambangan, Budi menuturkan, “Ini sesuatu yang masif, untuk itu kita harus melihat impact sosialnya, karena disana berurusan dengan perut. Langkah – langkah yang akan kita ambil, nanti kita juga akan koordinasi internal Jawa Timur untuk diadakan normalisasi sungai,” tandasnya.

Sementara, pihak pemilik jawatan yaitu BBWS Brantas Surabaya melalui Kabid Pembangunan Jangka Panjang (PJP), Yansen Pabisa mengatakan, “Kami akan konsen di sungainya. Dimana menurut PP no 3 tahun 2011 Tentang Sungai, Pemerintah Pusat kewenanganya dalam hal ini melalui BBWS Brantas Surabaya. Tugas kami adalah untuk menstabilkan arus sungai, namun apabila ada ketidaksatabilan yang disebabkan oleh penambangan kami juga tidak berdaya. Oleh karena itu, ini sebuah tanggungjawab bersama stakeholder yang terkait,” tuturnya.

Artikel ini telah dibaca 238 kali

loading...
Baca Lainnya

Diklatpim IV Pemkot Blitar, Proyeksinya Bisa Ada Perubahan

Blitar.deliknews – Sebanyak 40 orang mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) tingkat IV yang diselenggarakan...

20 Agustus 2019, 19:31 WIB

Guna Meningkatkan Performa Calon Mahasiswa, POLTEK UBAYA Datangkan Motivator Tingkat Nasional

Surabaya – Guna meningkatkan mutu kualitas performa dan wawancara saat mencari kerja , Universitas UBAYA...

20 Agustus 2019, 15:35 WIB

Pemkab Blitar Kembangkan SDM Melalui Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

Blitar.deliknews – Upaya untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan kesejahteraan masyarakat, Pemkab Blitar...

20 Agustus 2019, 15:01 WIB

Melongok Aksesoris Kulit Sepeda Kuno Ala Sumadi Seng

MAGETAN – Kerajinan tangan berbahan kulit sapi atau kambing yang dihasilkan para perajin Kabupaten Magetan...

19 Agustus 2019, 22:42 WIB

Launching tali bumi Ini kata Bupati Blitar

Blitar.deliknews – Bupati Blitar, Rijanto meresmikan kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan...

19 Agustus 2019, 12:00 WIB

Layani Seks Threesome, Wanita Asal Jember Diciduk Unit PPA Polrestabes Surabaya

Surabaya – Jaringan prostitusi melalui online yang menawarkan layanan seks threesome kembali dibongkar oleb Unit...

17 Agustus 2019, 17:26 WIB