Jawa Timur

Jumat, 12 Juli 2019 - 13:30 WIB

6 hari yang lalu

logo

Ludruk Blitaran, Hipnotis Ribuan Penonton

Blitar.deliknews – Masih dalam rangkaian HUT Kabupaten Blitar ke-695, Pemkab Blitar gelar Ludruk Blitarian di Amphitheater Candi Penataran Kabupaten Blitar, Kamis (11/07/2019) malam.

Yang menarik dalam Ludruk Blitarian ini, aktornya di perankan oleh para Forkompinda Kabupaten Blitar. Sedangkan untuk pemeran utamanya diperankan oleh Bupati Blitar, H. Rijanto sebagai Demang Banjarsari dan dimainkan dengan narasi yang kocak.

Adapun peran lainya seperti Prabu Amiluhur diperankan oleh Kapolres Blitar, Kepala Pengadilan Negeri sebagai juru pengadil, Kepala Kejaksaan Negeri sebagai Jeksa Negari, Dandim 0808/Blitar sebagai patih, Danyonif 511/DY sebagai Manggala Yudha, Kapolres Blitar Kota sebagai Lurah Banjarsari dengan bintang tamu Lusy Brahman dari Ponorogo.

Singkat cerita, dengan lakon ‘Ragil Kuning’, menceritakan kisah pelarian Ragil Kuning adik dari Panji Asmorobangun yang nantinya menyamar sebagai seseorang yang buruk rupa bernama Entit. Disaat kerabat kerajaan kebingungan mencari sang putri, kesempatan ini dimanfaatkan oleh Raden Panji Gunungsari untuk ikut mencari Dewi Ragil Kuning.

Ada dua peran yang diperankan Panji Asmoro Bangun. Satu sisi dirinya untuk mempersiapkan menjadi seorang raja dengan melihat langsung kehidupan rakyat jelata. Sisi lainya untuk menguji kesetian kekasih adiknya yang kelak akan menjadi istri.

Dikisahkan, suatu hari Entit/Panji Asmorobangun bertemu dengan adiknya/Ragil Kuning dan seakan-akan mencintainya dan disinilah terjadi dialog penuh intrik. Saat itulah datang Raden Panji Gunungsari untuk menyelamatkan Ragil Kuning, dan terjadilah peperangan antara dia dengan Panji Asmorobangun/entit, lalu terbongkarlah penyamaranya.

Sementara menurut Sekretaris hari jadi Kabupaten Blitar, Suhendro Winarso, pagelaran Ludruk Blitarian ini diselenggrakan, selain untuk memperingati hari jadi, juga untuk melestarikan kesenian rakyat yang pernah populer di masyarakat.

“Diharapkan kesenian ludruk bisa berkembang, semakin digemari masyarakat, selain itu memang media seni semacam ini kedekatan pemimpin dengan rakyat semakin nyata, tentu juga sebagai media informasi untuk menyampaikan program-program pemerintah, supaya masyarakat betul-betul memiliki Blitar ini,” pungkasnya.(kmf).

Artikel ini telah dibaca 180 kali

Baca Lainnya
loading…