Jawa Timur

Jumat, 12 Juli 2019 - 22:32 WIB

5 hari yang lalu

logo

Salah satu lahan perhutani yang dipakai oleh pengusaha untuk tambak udang di kawasan wisata Pantai Konang, Kecamatan Panggul, KabupatenTrenggalek.(foto by Bang Jun)

Salah satu lahan perhutani yang dipakai oleh pengusaha untuk tambak udang di kawasan wisata Pantai Konang, Kecamatan Panggul, KabupatenTrenggalek.(foto by Bang Jun)

Hiraukan SP KPH Kediri, Pengusaha Tambak Udang Trenggalek Ngotot

Blitar.deliknews – Pemberlakuan pemanfaatan lahan milik perhutani sebenarnya semua telah diatur mulai Peraturan Pemerintah (PP) sampai Peraturan Mentri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK).

Namun, diwilayah Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kediri justru lain penerapanya. Disisi lain pihaknya masih mengutamakan penerapan Kamtibmas sebelum dilakukan Penegakkan Hukum (Gakum). Hal ini diungkap Adm KPH Kediri, Mustopo, melalui Kabag Humas, Handoyo, Jumat (12/7/2019).

“Setelah kita terbitkan surat penghentian nomor. 275/0059.3/MB/Kdr/Divrejatim/2019, Tentang Penutupan Kegiatan Tambak Udang di Dalam Kawasan Hutan, maka kita adakan sosialisasi bersama Polsek setempat,” ungkapnya melalui media washapp.

Diketahui, kegiatan pemanfaatan lahan perhutani ini sudah berlangsung lama. Dimana kondisi yang ada di lokasi tersebut, tepatnya di kawasan area Pantai Konang, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, sudah menjamur puluhan hektar yang tersebar dibeberapa titik, bahkan ada yang belum diketahui kegiatan tersebut oleh pihak pemangku wilayah pusat yaitu KPH Kediri.

“Untuk lokasi lain saya tidak tahu atau belum ada laporan,” ucap Handoyo.

Terungkap, kurangnya pengawasan suatu wilayah dan dugaan konspirasi kepentingan dengan pengusaha tambak udang yang mengatasnamakan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) setempat bisa saja terjadi.

“Sedangkan wilayah Kecamatan Panggul masuk dalam pengawasan pemangku wilayah selatan yang disebut Wakil Administratur wilayah selatan,” ucap WJ (45) warga Trenggalek saat bersama tim deliknews kelokasi, Selasa (9/8/2019) beberapa hari yang lalu.

Sementara, menurut keterangan Asisten Perhutani (Asper), Sumarso, saat dihubungi deliknews.com memalui media handphone terkait lahan perhutani di area sebelah utara Pantai Konang yang keliatan baru selesai dan siap ditaburi benih. Dirinya masih akan melakukan pengecekan.

“Saya belum mengetahui keberadaan tersebut pak..jelasnya waktu sosialisasi tidak ada nama pemilik lahan itu,” terangnya, Rabu (11/7/2019).

Terakhir, dari hasil pertemuan antara masyarakat dengan perhutani setelah disosialisasikan Surat Penghentian (SP) telah diambil sebuah kesepakatan. Yakni,
1. Tidak akan menabur benih/membuat tambak baru.
2. Hanya menunggu udang yang terlanjur di tabur.
3. Apabila setelah panen ada yang lakukan giat akan diproses sesuai aturan yang berlaku.

“Demikian Surat Pernyataan dari petani tambak saat kita adakan sosialisasi bersama Muspika Kecamatan Panggul beberapa hari yang lalu,” pungkas Handoyo. (bersambung.Jun).

Artikel ini telah dibaca 160 kali

Baca Lainnya
loading…