Selasa, 2 Juli 2019 - 19:46 WIB

Pengelolaan Lahan Perhutani di Kecamatan Panggul-Trenggalek Untuk Area Tambak Udang, Diduga Langgar Aturan

Blitar.deliknews – Pemanfaatan Lahan dibawah tegakan milik Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kediri yang berada di Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur untuk sektor perikanan diduga telah melanggar aturan.

Sedangkan aturan yang dimaksud yakni, Pasal 51 Peraturan Pemerintah (PP) Nomer 104 Tahun 2015 tentang Tata Cara Perubahan Peruntukan dan Fungsi Kawasan Hutan dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor P.51 /Menlhk/Setjen/KUM.1/6/206 tentang Tata Cara Pelepasan Kawasan Hutan Produksi Yang Dapat di Konversi.

Hal ini diakui ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Kecamatan Panggul, Gurit, bahwa kelompoknya dalam melakukan pemanfaatan lahan perhutani yang ada di sekitar kawasan Pantai Konang Kecamatan Panggul memang belum memiliki ijin reami dari pihak perhutani. Namum berkaitan dengan itu, ia mengatakan masih sebatas persetujuan, karena masih uji coba.

“Soal ijin resminya dari Perum Perhutani KPH Kediri memang belum ada, namun permohonan pemanfaatan lahan sudah saya sampaikan beberapa bulan yang lalu. Karena saat ini masih tahab uji coba,” terang Gurit kepada deliknews.com melalui seluler, Sabtu (30/6/2019) kemarin.

Hal senada juga disampaikan Bauri, anggota LMDH Desa Ngebeng yang juga ikut menmanfaatkan lahan tersebut untuk tempat penangkaran udang mengatakan, “saat ini kami memanfaatkan lahan perhutani ini sifatnya masih uji coba, sedangkan untuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) belum turun,” ucapnya, Sabtu ( 30/6/2019) kemarin di lokasi pengelolaan tambak udang (tempat yang diduga bermasalah) miliknya.

Termasuk kegiatan yang sedang berjalan, bahkan proses perijinannya belum terang, Andi selaku Wakil Admistratur KPH Kediri wilayah selatan mengatakan, “Dalam hal ini kami sudah memperingatkan untuk menghentikan sementara kegiatan, sambil menunggu PKS,” ujarnya, Sabtu (30/6/2019) melalui via seluler.

Ia juga mengatakan, kalau selama ini pihaknya juga sudah melakukan pemanggilan secara resmi kepada LMDH setempat, guna penghentian kegiatan sementara. Lebih lanjut ia juga mengakui bahwa kegiatan tersebut memang belum sesuai prosedur, maka dari itu diadakan pemanggilan.

“Dari pemanggilan tersebut, menghasilkan kesepakatan menunggu sampai masa panen,” tutur Andi.

Sementara, menurut Administratur KPH Kediri Mustopo, berkaitan dengan kawasan hutan yang ada di wilayah itu digunakan untuk area tambak udang, KPH Kediri menggunakan pola kemitraan, guna intensifikasi lahan dibawah tegakan.

“masalah disana memang banyak, namun solusinya kita kemas dengan pola kemitraan Perhutani bersama LMDH dan Stakeholder dengan pola Pengelolaan Sumberdaya Hutan Bersama Masyarakat (PHBM),” ungkapnya, Senin (1/7/2019) di kantornya Jalan Hasanudin No.27 Kota Kediri.

Adapun PHBM itu sendiri adalah suatu sistem pengelolaan sumberdaya hutan yang dilakukan bersama oleh Perum Perhutani dan LMDH dengan pihak yang berkepentingan (stakeholder) untuk mencapai keberlanjutan fungsi dan manfaat sumber daya hutan dapat diwujudkan secara optimal dan proporsional. Kenyataannya, di lokasi pemanfaatan lahan tersebut diduga dilakukan tidak proporsional. (bersambung/jun).

Artikel ini telah dibaca 271 kali

loading...
Baca Lainnya

Diklatpim IV Pemkot Blitar, Proyeksinya Bisa Ada Perubahan

Blitar.deliknews – Sebanyak 40 orang mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) tingkat IV yang diselenggarakan...

20 Agustus 2019, 19:31 WIB

Guna Meningkatkan Performa Calon Mahasiswa, POLTEK UBAYA Datangkan Motivator Tingkat Nasional

Surabaya – Guna meningkatkan mutu kualitas performa dan wawancara saat mencari kerja , Universitas UBAYA...

20 Agustus 2019, 15:35 WIB

Pemkab Blitar Kembangkan SDM Melalui Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

Blitar.deliknews – Upaya untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan kesejahteraan masyarakat, Pemkab Blitar...

20 Agustus 2019, 15:01 WIB

Melongok Aksesoris Kulit Sepeda Kuno Ala Sumadi Seng

MAGETAN – Kerajinan tangan berbahan kulit sapi atau kambing yang dihasilkan para perajin Kabupaten Magetan...

19 Agustus 2019, 22:42 WIB

Launching tali bumi Ini kata Bupati Blitar

Blitar.deliknews – Bupati Blitar, Rijanto meresmikan kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan...

19 Agustus 2019, 12:00 WIB

Layani Seks Threesome, Wanita Asal Jember Diciduk Unit PPA Polrestabes Surabaya

Surabaya – Jaringan prostitusi melalui online yang menawarkan layanan seks threesome kembali dibongkar oleb Unit...

17 Agustus 2019, 17:26 WIB