Minggu, 30 Juni 2019 - 11:26 WIB

Nurmanan, anggota Pokmas PTSL Desa Jombok, Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek (Foto by Hardi)

Nurmanan, anggota Pokmas PTSL Desa Jombok, Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek (Foto by Hardi)

Dugaan Pungli Program PTSL di Desa Jombok, Begini Penjelasanya !

Blitar.deliknews – Dugaan pungutan liar (pungli) program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL), di Desa Jombok, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek ditolak keras oleh Nurmanan selaku Petugas Kelompok Masyarakat (Pokmas) PTSL setempat, Sabtu (29/6/2019) di ruang kerjanya.

Nurmanan mengatakan, bahwa Pihaknya menjalakan tugasnya sudah sesuai ketentuan yang telah disepakati bersama antara pemohon PTSL dengan Pokmas yang ia jalankan.

“Kami menolak jika dikatakan pungli, karena semua ini sudah berdasarkan musyawarah, dan kami sifatnya hanya membantu menguruskan,” kata dia,

“Sedangkan mengenai biaya,  sebelumnya juga sudah kita sosialisasikan ke masyarakat,” sambung Nurman.

Lebih lanjut ia menuturkan, bahwa dirinya bersama tim untuk menjadi Petugas Pokmas PTSL berdasarkan Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan dari Pemerintahan Desa Jombok dan diketahui oleh Kepala desa.

“Kami tidak liar, keberadaan kami terorganisir dan diakui banyak orang,” urainya.

Namun begitu, dirinya mengakui bahwa uang dari pemohon sebesar Rp. 300.000,- sampai Rp. 400.000,- yang telah disetor oleh pemohon itu sifatnya masih titipan, bukan ketentuan biaya administrasi permohonan PTSL.

“Sesuai kesepakatan biaya permohonan PTSL sebesar Rp. 280.000,- untuk satu bidang dan sisanya sudah kita kembalikan kepada masing – masing pemohon,” ungkapnya.

Nurman merinci, dari uang yang terpakai sebesar Rp. 280.000,-  ia pergunakan untuk pembelian dan pembuatan seperti materai, ATK, pembuatan patok, foto copy dan sekaligus didalamnya sebesar Rp. 50.000,- Honorarium Pokmas per hari.

Dia juga mengakui, bahwa uang yang ia kelola atau kebutuhan biaya untuk pembuatan sertifikat pada program PTSL di tahun 2018 sebesar Rp. 288.688.000,- dari 1031 bidang yang sudah menjadi sertifikat (SHM).

“Pengeluaran yang paling besar untuk biaya makan dan minum (mamin). Sebab kita sering kerja lembur,” terangnya.

Di soal mengenai biaya yang telah ia pungut bertentangan dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Nomor 25 Tahun 2017 Tentang Pembiayaan Persiapan Pendaftaran Tanah Sistematis yang didalamnya menerangkan untuk wilayah Jawa dan Bali dalam Kategori V sebesar Rp. 150.000,- ia mengakuinya, namun semua sudah berdasarkan kesepakatan.

Dari Ketiga menteri tersebut diketahui adalah Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR), Menteri Dalam Negerti, dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

“Iya, kami mengetahuinya. Namun dalam hal biaya persiapan pendaftaran tanah sistematis selebihnya sebesar Rp. 130.000,-sifatnya sumbangan,” jelas Nurman.

Sementara, menurut Achmad Samsuri warga Rt 34 Rt 14 saat itu yang sedang mengajukan sebidang tanahnya mengatakan, masalah biaya yang ditetapkan oleh Pokmas, dirinya belum mengetahui besaran yang telah ditetapkan.

“Kalau pembiayaan saya kurang tahu, dan hari ini saya belum dimintai. Namun informasinya sebesar 200 ribu rupiah lebih,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 2544 kali

loading...
Baca Lainnya

Hindari Politik Uang, Bupati Blitar Ajak Deklarasi Damai

Blitar.deliknews – Terkait Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang bakal digelar 15 Oktober 2019 mendatang...

Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Suwito Saren Satoto. (foto/Bang Jun)

10 Oktober 2019, 18:01 WIB

Amankan Pilkades Serentak, Bupati Blitar Serahkan 2.208 Personil Satlinmas

Blitar.deliknews – Sebanyak 2.208 personil Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dari 167 desa yang tersebar di...

Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Suwito Saren Satoto. (foto/Bang Jun)

10 Oktober 2019, 16:34 WIB

Pastikan Pelaksanaan Pilkades Serentak Aman Dan Lancar, DPRD Kabupaten Blitar Gelar Rapat Diskusi Tematik

Blitar.deliknews – DPRD Kabupaten Blitar gelar ‘Rapat Diskusi Tematik’ dengan Eksekutif, Polres Kota/Kabupaten Blitar dan...

10 Oktober 2019, 11:02 WIB

Menpan Arman Kunjungi PT RMI di Blitar, 10 Pabrik Gula Tebu Harus Tuntas Dibangun

Blitar.deliknews – Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengunjungi Pabrik Gula (PG) Rejoso Manis Indo (RMI) di...

10 Oktober 2019, 07:44 WIB

Polemik Pedagang Unggas Keputran PD Pasar Tak Pedulikan Hasil Hearing Dengan DPRD Surabaya

Surabaya – Polemik pemindahan pedagang unggas di pasar Keputran bergejolak lagi. Pasalnya, pihak PD Pasar...

9 Oktober 2019, 10:20 WIB

Sidang Amblesnya Jalan Gubeng, Anak Walikota Surabaya Cuma Dijadikan Saksi

Surabaya – 6 terdakwa dalam kasus amblesnya jalan gubeng akhirnya menjalani sidang perdana di PN...

7 Oktober 2019, 16:07 WIB

loading...