Rabu, 26 Juni 2019 - 21:39 WIB

Bupati dan Wakil Bupati Blitar kompak sambut Tim Penilai Lomba Desa Provinsi Jawa Timur di Desa Kendalrejo, Kecamatan Talun, Kabupten Blitar, Rabu (26/6/2019). (Foto by Bang Jun)

Bupati dan Wakil Bupati Blitar kompak sambut Tim Penilai Lomba Desa Provinsi Jawa Timur di Desa Kendalrejo, Kecamatan Talun, Kabupten Blitar, Rabu (26/6/2019). (Foto by Bang Jun)

Bupati Blitar Optimis Mewakili Provinsi Jawa Timur Untuk Lomba Desa Tingkat Nasional

Blitar.deliknews – Tim Penilai Lapangan Lomba Desa dan Kelurahan Provinsi Jawa Timur, Rabu (26/6/2019) melakukan tahapan penilaian di Desa Kendalrejo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, yang sebelumnya diketahui lolos di tingkat provinsi bersama 4 Kabupaten/Kota lainya.

Tiba dilokasi, Bupati Blitar, Drs. H. Rijanto MM, dan Wakil Bupati, Marhaenis Urip Widodo, bersama ke-15 anggota tim penilai lapangan yang diketuai oleh Drs. H. Achmad Robiul Fuad MM, langsung disambut oleh Muspika setempat, seluruh Kepala OPD dan beberapa Camat yang ditunjuk untuk mendukung kegiatan tersebut, serta Kepala Desa dan staf Pemerintah Desa Kedalrejo.

Tidak hanya disambut dengan mengkalungkan rangkaian bunga melati saja untuk tanda penghormatan kepada tim penilai. Namun, kemeriahan itu sangat nampak saat Tari Sandur dari paguyupan kesenian jaranan Turonggo Muda dan iringan gamelan Bale Ganjur dari Sanggar Pesona Taruna secara bergantian mengiringi Bupati dan tim penilai bersama rombonganya berjalan santai menuju lokasi penyambutan.

Dalam sambutanya, Bupati Blitar merasa optimis jika nantinya Kabupaten Blitar bakal menyabet juara satu tingkat provinsi. Dimana menurutnya, banyak potensi – potensi yang ada di Desa Kendalrejo. Antara lain, kerukunan umat beragama, semangat gotong – royong yang tinggi dan pelayanan masyarakat yang begitu cepat hanya membutuhkan 15 menit selesai.

“Di Desa Kedalrejo masyarakatnya majemuk, sehingga ada 4 agama yang dianutnya. Namun begitu, kerukunan antar umat beragama sangat kuat. Contohnya, jika Hari Raya Idhul Fitri, para pecalang dan pemuda nasrani ikut serta mengamankan shalat idhul fitri. Dan sebaliknya, hari raya natal dan nyepi umat hindhu, pengamanan dari Banser,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, produktifitas masyarakat juga sangat tinggi. Melalui berbagai Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di desa itu, banyak sekali hasil olahan maupun hasil industri kecil yang dihasilkan.

“Salah satu unggulan UMKM yaitu produksi telur asin asap. Yang cara pembuatanya unik, dengan cara diasap. Sehingga cita rasanya berbeda dengan telur asin yang lain. Lalu bidang industri, Desa Kendalrejo ada Batik, ada sentra pembuatan gamelan gong yang bahan dasarnya dari drum minyak bekas. Tak kalah lagi bidang pertanian, ada jeruk, nanas super. Sedangkan perikanan, ikan Koi,” tambah Rijanto.

Bupati berharap, di dalam penilaiannya nanti dilakukan secara obyektif. Sehingga Provinsi Jawa Timur akan menemukan jago yang akan mewakili untuk di tingkat nasional.

“Ada 4 desa yang ikut dinilai. Diantaranya ada di Kabupaten Malang, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Madiun dan Kabupten Blitar. Dari ke-4 desa inilah nantinya akan dipilih satu untuk mewakili jawa timur pada perlombaan nasional. Baik lomba desanya, maupun lomba 10 Program pokok PKK,” terangnya.

Ketua tim penilai Lomba Desa, Achmad Robiul Fuad menerangkan, berbagai sisi akan dinilai. Misalnya, tingkat keamanan masyarakat timnya dari Polda, kerawanan bencana dari BPBD Provinsi, dari sisi kesehatan dinas kesehatan yang menangani dan profil desa. Yang mana semua terangkum dalam tiga aspek, yakni aspek soal pemerintahan, kewilayahan dan kemasyarakatan.

“Yang tidak kalah penting, kita ada tim penilai yang kita bawa dari unsur Akademis Universitas Brawijaya Malang yang akan menilai secara profesional,” ujarnya.

Tambah lagi, kegiatan lomba Desa dan Kelurahan tahun 2019 ini, merupakan program yang bersifat rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Program ini, menurut Achmad mengacu pada peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 81 tahun 2016 tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan.

“Sedangkan evaluasi perkembangan desa dan kelurahan itu sendiri, dimaksudkan untuk menentukan status tertentu dari capaian hasil perkembangan sebuah desa/ kelurahan serta untuk mengetahui efektivitas dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat. Selain itu untuk mengetahui tingkat kesejahteraan masyarakat yang mempunyai daya saing,” pungkasnya.(hms)

 

Artikel ini telah dibaca 243 kali

loading...
Baca Lainnya

Diklatpim IV Pemkot Blitar, Proyeksinya Bisa Ada Perubahan

Blitar.deliknews – Sebanyak 40 orang mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) tingkat IV yang diselenggarakan...

20 Agustus 2019, 19:31 WIB

Guna Meningkatkan Performa Calon Mahasiswa, POLTEK UBAYA Datangkan Motivator Tingkat Nasional

Surabaya – Guna meningkatkan mutu kualitas performa dan wawancara saat mencari kerja , Universitas UBAYA...

20 Agustus 2019, 15:35 WIB

Pemkab Blitar Kembangkan SDM Melalui Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

Blitar.deliknews – Upaya untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan kesejahteraan masyarakat, Pemkab Blitar...

20 Agustus 2019, 15:01 WIB

Melongok Aksesoris Kulit Sepeda Kuno Ala Sumadi Seng

MAGETAN – Kerajinan tangan berbahan kulit sapi atau kambing yang dihasilkan para perajin Kabupaten Magetan...

19 Agustus 2019, 22:42 WIB

Launching tali bumi Ini kata Bupati Blitar

Blitar.deliknews – Bupati Blitar, Rijanto meresmikan kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan...

19 Agustus 2019, 12:00 WIB

Layani Seks Threesome, Wanita Asal Jember Diciduk Unit PPA Polrestabes Surabaya

Surabaya – Jaringan prostitusi melalui online yang menawarkan layanan seks threesome kembali dibongkar oleb Unit...

17 Agustus 2019, 17:26 WIB