Jawa Timur

Rabu, 29 Mei 2019 - 23:15 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Puncak Hari Waisak, Bupati Blitar Pesan Jangan Mudah Terprovokasi

Blitar.deliknews – Bupati Blitar Rijanto menghadiri puncak perayaan hari raya Waisak 2563 BE di halaman Vihara Dharma Tirta Mulia, Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Rabu (29/05/2019).

Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini selain disambut antusias umat Budha Kabupaten Blitar yang hadir, sekaligus mendapat apresiasi perwakilan tokoh-tokoh lintas agama.

“Ini sebenarnya bonus kita menjadi orang Indonesia, dimana perbedaan apapun sejatinya hanya sebagai wahana kita untuk saling bersatu padu dan menjunjung tinggi toleransi hingga penciptaan kerukunan umat beragama di Kabupaten Blitar,” jelas Rijanto kepada awak media, di sela kunjungannya di tempat suci umat Budha ini.

Didampingi jajaran Forpimda Kabupaten Blitar, Rijanto mengucapkan selamat merayakan Waisak bagi umat Budha. Dia berpesan, semoga perayaan itu membawa kedamaian dan penuh suka cita bagi semua masyarakat sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

“Ditengah arus potensi perpecahan, mari kita ciptakan suasana masyarakat Kabupaten Blitar yang rukun, guyub, damai, dan tentu penuh toleransi dalam bermasyarakat dan berbangsa. Terus kita pupuk kerukunan dan jangan mudah terprovokasi dengan isu/berita hoax,” tukasnya.

Pada kesempatan itu, sejumlah tokoh lintas agama juga nampak hadir mengikuti puncak perayaan Waisak. Di antaranya tokoh agama Kristen, Islam, Hindu, dan Katolik.

Ditempat yang sama, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Blitar, Lestari, yang juga hadir di acara itu mengapresiasi Bupati Rijanto yang menaruh perhatian besar kepada komunitas lintas agama di Kabupaten Blitar. Dia mengaku siap membantu pemerintah Kabupaten Blitar untuk menciptakan kondusifitas masyarakat Kabupaten Blitar lintas agama.

Kata Lestari, itu menjadi bagian penting sebagai bagian dari negara untuk mencegah potensi gesekan antar lintas komunitas masyarakat ditengah geliat perpecahan bangsa.

“Kami sangat mengapresiasi setinggi-tingginya kepada bapak Bupati Blitar yang sudah menyempatkan hadir dan memberikan pencerahan dalam puncak perayaan Waisak. Kami sebagai bagian lintas keyakinan masyarakat, mendukung penuh langkah pemerintah untuk menciptakan kondisi masyarakat yang rukun, aman dan damai,” kata Lestari.

Diketahui, Hari Raya Waisak sendiri dikalangan umat Buddha sering disebut dengan hari raya Trisuci Waisak. Disebut demikian karena pada hari Waisak terjadi tiga peristiwa penting, yakni kelahiran Pangeran Sidhartha Gautama, tercapainya penerangan sempurna oleh Pertapa Gautama, dan mangkatnya sang Buddha Gautama. Tiga kejadian tersebut
Yaitu kelahiran, penerangan, kematian dan terjadi pada hari yang sama ketika bulan purnama di bulan Waisak.(hms).

Artikel ini telah dibaca 161 kali

Baca Lainnya
loading…