Jumat, 24 Mei 2019 - 08:32 WIB

Demonstran terlihat melepaskan kembang api kearah petugas

Demonstran terlihat melepaskan kembang api kearah petugas

Ketua NU Blitar Kecam Perusuh Di Aksi 21 Dan 22 Mei

Blitar.deliknews – Sebagaimana diketahui, dalam aksi massa yang dilakukan oleh sejumlah elemen masyarakat yang menolak hasil Pemilu 2019 di Ibukota Jakarta pada Selasa (21/5) dan Rabu (22/5), yang diduga telah disusupi oleh orang orang tidak bertanggung jawab, akhirnya membuat kerusuhan.

Hal tersebut membuat beberapa tokoh masyarakat di Kabupaten Blitar prihatin dan mengecam tindakan para perusuh tersebut.

Ketua Nahdlatul Ulama Kabupaten Blitar, KH Masdain Rifai menuturkan bahwa pihaknya merasa prihatin atas terjadinya aksi 22 Mei 2019 di Jakarta yang sempat merusak infrastruktur dan menimbulkan bentrok hingga melukai aparat keamanan dan menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

Menurut beliau, setelah proses pemilu berakhir, masyarakat seharusnya kembali bersatu dan aksi semacam itu seharusnya dihindari.

“Kita mengecam keras kerusuhan yang dilakukan oleh para perusuh, karena dapat merusak stabilitas keamanan Negara Republik Indonesia,” ucap Ketua Nahdlatul Ulama Kabupaten Blitar KH Masdain Rifai, Jumat (24/5/2019).

KH Masdain Rifai juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada Aparat khusunya TNI dan Polri yang telah sabar menjaga dan mengamankan jalannya Pemilu 2019 dan pengamanan aksi 21 dan 22 Mei 2019.

“Kami sangat salut dengan anggota TNI dan Polri yang dengan sabar mengamankan jalannya aksi, kami akan terus mendukung TNI Polri dalam menjaga NKRI, semoga mereka diberikan kekuatan dan ketabahan,” tuturnya.

Sementara, jumlah Ulama Kabupaten Blitar, juga mengecam keras kerusuhan 22 Mei yang terjadi di Jakarta. Perbuatan anarkisme tersebut, dinilai telah melukai rasa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

“Kami mengutuk keras aksi anarkisme yang terjadi di Jakarta maupun di daeran lainnya,” kecam pengurus  KH. Farkhan KETUA DMI Kabupaten Blitar Kamis (23/5) kemarin.

Menurutnya, bentrokan massa yang menolak hasil keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan aparat kepolisian hingga berujung pembakaran fasilitas umum telah mencederai perjuangan ulama, dan pendiri bangsa yang bersusah payah merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.

“Mari kita jaga kondusivitas negara Indonesia. Jika memang ada sesuatu yang terindikasi tidak sesuai aturan, silahkan salurkan lewat lembaga hukum yang berwenang,” terang KH Farkhan

Ia mengungkapkan, mematuhi peraturan perundang-undangan dalam berdemokrasi menjadi sebuah cermin bangsa yang berdaulat dan beradab. Hal itu, seiring dengan apa yang telah dicita-citakan pendiri bangsa saat memproklamirkan kemerdakaan Indonesia.Ikutilah aturan, baik aturan agama maupun aturan negara,” pesan KH Farkhan

KH Farkhan menambahkan, ketidakpuasan terhadap hasil Pemilu 2019 seharusnya ditempuh melalui jalur hukum dengan melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Bukan justru membuat kegaduhan yang dapat memicu perpecahan.

“Kami perwakilan ulama di Kabupaten Blitar sama sekali tidak menginginkan perpecahan dalam tubuh NKRI. Kami juga sangat tidak mendukung gerakan people power maupun aksi demonstrasi,” tegasnya.

KH Farkhan ini juga tidak lupa menyampaikan terimakasih kepada TNI-Polri yang telah memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat Indonesia, khusunya di Kabupaten Blitar.

“Demi keutuhan NKRI, Ulama di Blitar, mengajak mari bersama-sama merajut ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathoniyah, dan Ukhuwah Insaniyah,” tuturnya menyikapi kerusuhan 22 Mei di Jakarta. (*)

Artikel ini telah dibaca 4387 kali

loading...
Baca Lainnya

Tipu Nasabah, Kakak Beradik Jadi Pesakitan

SURABAYA – Dua bersaudara yaitu Anggraini Puspitasari dan Arieke Iswanti, akhirnya menjadi pesakitan di PN...

21 Oktober 2019, 19:26 WIB

Penyidik Polres Sampang Dilaporkan Ke Propam. Terkait Kasus Penyerangan Dan Pengerusakan Kantor Media

Surabaya – Merasa kecewa dengan kinerja penyidik Reskrim Polres Sampang, akhirnya kepala wilayah media Jawapes...

20 Oktober 2019, 18:16 WIB

Permudah Layanan Paspor , Kantor Imigrasi Buka ULP Di BG Juntion

SURABAYA – Warga Surabaya kini benar benar dimanjakan oleh Imigrasi. Saat ini masyarakat yang akan...

16 Oktober 2019, 15:20 WIB

Maraknya Judi Stasiun Wonokromo, KAI Berjanji Akan Lakukan Gebrakan Selama 1 Bulan

Surabaya – Stasiun Wonokromo nampaknya menjadi surga para pejudi dan pelaku prostitusi kelas teri. Setiap...

15 Oktober 2019, 07:57 WIB

Simpan Sabu Pemuda Donowati Dituntut 6 Tahun Penjara

SURABAYA – Eko Siswanto alias Ajis (35) terdakwa narkoba asal Donowati,IV Surabaya akhirnya dituntut 6...

15 Oktober 2019, 00:37 WIB

Simpan Narkoba Di Dalam Bra, Gadis Asal Lamongan Jadi Terdakwa, Diancam 12 Tahun Penjara

SURABAYA – Hanya karena menyimpan sabu sabuvfalam bra gadis mungil asal Lamongan Novita Yulia Ningsih...

15 Oktober 2019, 00:18 WIB

loading...