Jawa Timur

Selasa, 7 Mei 2019 - 18:01 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Stabilkan Harga Sembako, Pemkab Blitar Gelar Pasar Murah Selama 1 Bulan Penuh

Blitar.deliknsws – Untuk menjaga stabilisasi harga kebutuhan pokok saat Ramadhan dan menjelang lebaran 1440 H, Pemkab Blitar melalui melalui Bagian Perekonomian dan Pembangunan mengadakan pasar murah di 22 Kecamatan se-Kabupaten Blitar.

Kegiatan ini dibuka perdana di Kecamatan Sanankulon Blitar yang diikuti oleh BRI, Bulog, Koperasi Wanita, UMKM, Gapoktan, termasuk partisipasi dari minimarket (Indomaret dan Alfamart) Harga yang diberlakukan merupakan harga pokok dan dibawah harga pasar.

“Kegiatan pasar murah ini akan kita selenggrakan satu bulan penuh di setiap kecamatan secara bergiliran, dan juga akan kita selenggarakan diberbagai pasar tradisional,” ujar Bupati Blitar, Drs. H. Rijanto MM, Selasa (7/5/2019) usai meninjau stand pasar murah di Kecamatan Sanankulon bersama Ibu Ninik Rijanto.

“Kegiatan ini terselenggara juga berkat dukungan dari berbagai pihak seperti Bank Jatim, BRI dan berbagai perusahan swasta maupun BUMN dan BUMD dengan mengeluarkan programnya Corporate Social Responsibility (CSR)¬†untuk mendukung kegiatan pasar murah tersebut,” sambung Rijanto.

Menurutnya, hal yang perlu diperhatikan terhadap tren kenaikan harga kebutuhan sembako saat bulan puasa adalah dengan menjaga ketersediaan bahan pangan di pasar agar masyarakat tidak kekurangan. Sehingga pasar murah ini sangat membantu bagi masyarakat disaat bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri.

Selanjutnya, Bupati menghimbau kepada masyarakat agar tidak berbelanja berlebihan atau menimbun barang, cukup seperlunya saja. Hal ini supaya harga sembilan bahan pokok dipasaran tidak menjadi naik, sehingga menjadi stabil.

“Belanjalah seperlunya, jangan berlebihah. Agar harga dipasaran bisa stabil,” tutur Bupati.

Ia juga, mengintruksikan kepada masyarakat selama bulan Ramadhan untuk mengisi dengan kegiatan – kegiatan hal – hal yang positif, seperti tadarus dan pengajian. Selain itu, juga melarang untuk mempergunakan soudsistem atau bunyi – bunyian yang dianggap malah meresahkan masyarakat saat ronda.

“Kalau ronda, gunakanlah fasilitas yang sederhana. Berilah rasa nyaman kepada masyarakat selama beribadah. Ramadhan ini, jadikan momentum untuk menjalin Ukhuwah Islamiyah,” pungkasnya.(hms).

Artikel ini telah dibaca 63 kali

Baca Lainnya
loading…