Minggu, 28 April 2019 - 02:55 WIB

Pemkab Blitar gelar 5 Rangkain Untuk Memperingati Hari Bumi dan Air Sedunia

Blitar.deliknews – Dalam memperingati Hari Air se-Dunia dan Hari Bumi, Pemkab Blitar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blitar menggelar lima rangkaian kegiatan secara serentak dan langsung dihadiri oleh Bupati Blitar, Drs. H. Rijanto MM.

Adapun rangkaianya, meliputi konservasi ikan bader bank, penyisiran sampah di sungai brantas mulai Desa Tawangrejo menuju Desa Yogo, senam tera, lomba melukis dan penanaman seribu pohon.

Bupati, mengintruksikan untuk semua Aparatur Sipil Negara (ASN) serta karyawan di lingkup Pemerintah Kabupaten Blitar dilarang boros plastik, supaya diet plastik yang sekali pakai dibuang.

“Karena plastik tidak bisa hancur selama 80 tahun dan membutuhkan waktu hampir 500 tahun. Jelas ini berbahaya sekali,” terang Rijanto usai acara Festival Kali Bersih 2019 di Desa Tawangrejo kecamatan Binangun Kabupaten Blitar, Sabtu (27/4) kemarin.

Selain itu, ASN harus menjadi pelopor kegiatan kebersihan dilingkungan rumahnya dan juga harus menjadi peserta bank secara aktif.

Tak hanya itu, Bupati Blitar juga meminta ASN tidak memakai botol plastik kemasan sekali pakai kalau ada kegiatan maupun pertemuan.

“Diusahakan membawa botol minum sendiri, atau menyediakan air minum yang tempatnya tidak berbau plastik,” ujar Rijanto.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blitar Krisna Triatmanto juga berharap, “Partisipasi masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah sangat diharapakan, sehingga sampah akan terpilah – pilah dan bisa dimanfaatkan menjadi tambahan sumber ekonomi keluarga,” ucapnya.

Menurut Krisna, pemilahan sampah bisa menjadi tiga kategori, yaitu sampah organik, non organik dan residu. Adapun proses pengolahanya bisa dilakukan menjadi kompos dengan dibuatkan juglangan untuk sampah Organik.

Sedangkan sampah non organik seperti kardus dan barang – barang rosokan yang terbuat dari tembaga, seng dan almunium dapat dibawa ke bank sampah yang ada di desa dan sudah kita bentuk. “Ada sisi ekonomisnya kalau kita ulet. Namun untuk sampah residu, seperti popok bayi, potong rokok atau yang lainya buang saja ke tempat sampah atau dibakar,” tutur Krisna.

Untuk pencegahan, pihaknya sudah melakukan pemasangan papan larangan di tempat – tempat strategis, salah satunya dipinggir sungai dengan harapan tidak membuang sampah sembarangan.

“Dengan didukung pemerintahan desa dan diterapkan sanksi, maka setidaknya masyarakat akan enggan untuk membuah sampah di sungai,” pungkas Krisna.(kmf).

Artikel ini telah dibaca 3821 kali

loading...
Baca Lainnya

Permudah Layanan Paspor , Kantor Imigrasi Buka ULP Di BG Juntion

SURABAYA – Warga Surabaya kini benar benar dimanjakan oleh Imigrasi. Saat ini masyarakat yang akan...

16 Oktober 2019, 15:20 WIB

Maraknya Judi Stasiun Wonokromo, KAI Berjanji Akan Lakukan Gebrakan Selama 1 Bulan

Surabaya – Stasiun Wonokromo nampaknya menjadi surga para pejudi dan pelaku prostitusi kelas teri. Setiap...

15 Oktober 2019, 07:57 WIB

Simpan Sabu Pemuda Donowati Dituntut 6 Tahun Penjara

SURABAYA – Eko Siswanto alias Ajis (35) terdakwa narkoba asal Donowati,IV Surabaya akhirnya dituntut 6...

15 Oktober 2019, 00:37 WIB

Simpan Narkoba Di Dalam Bra, Gadis Asal Lamongan Jadi Terdakwa, Diancam 12 Tahun Penjara

SURABAYA – Hanya karena menyimpan sabu sabuvfalam bra gadis mungil asal Lamongan Novita Yulia Ningsih...

15 Oktober 2019, 00:18 WIB

Dr.Muhammad Dofir SH.MH Pimpin Kejaksaan Tinggi JawaTimur

SURABAYA – Rotasi pimpinan di Kejaksaan Tinggj Jawa Timur akhirnya bergulir. Dr Sunarta SH., MH...

14 Oktober 2019, 23:46 WIB

Hindari Politik Uang, Bupati Blitar Ajak Deklarasi Damai

Blitar.deliknews – Terkait Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang bakal digelar 15 Oktober 2019 mendatang...

Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Suwito Saren Satoto. (foto/Bang Jun)

10 Oktober 2019, 18:01 WIB

loading...