Selasa, 2 April 2019 - 00:24 WIB

Hari Jadi Kota Blitar Ke – 113, Begini Kata Walikota Blitar !!!

Blitar.deliknews – Untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kota Blitar ke-113, Pemerintah Kota Blitar menggelar upacara di alon-alon Kota Blitar, menariknya peserta diwajibkan memakai pakaian ala zaman dulu (Djadoel), Senin (01/04/2019).

Upacara hari jadi Kota Blitar ke 113 Tahun 2019 dipimpin langsung oleh Plt Walikota Blitar Santoso. tampak beberapa tamu undangan yang hadir seperti Bupati Blitar, Bupati Malang, Plt Bupati Tulungagung dan Wali kota Kediri, Serta jajaran Forpimda dan OPD se-Kota Blitar.

Peringatan hari jadi tahun ini mengangkat tema “Harmoni dalam kebhinnekaan, wujudkan kota Blitar ramah investasi”.

Di sini menurut Santoso dalam amanahnya, pemerintah ingin mewujudkan Kota Blitar ramah investasi dengan cara menjaga kondusifitas dan keamanan, menyediakan tenaga kerja memadai serta penyediaan sarana transportasi.

Selain itu, semua pihak yang terkait diharapkan mampu mendukung terwujudnya visi dan misi pembangunan daerah, sesuai dengan tahapan RPJMD 2016 – 2021, tahun 2019 ini adalah tahun pengembangan investasi.

“Kota Blitar terus menunjukkan kemajuan ke arah lebih baik. Mulai dari mendapatkan penghargaan kota sehat, kota layak anak, kota peduli HAM, WTP 8 kali, kota Adipura dan lainnya. Dengan peringatan hari jadi ini, Pemkot Blitar terus berbenah diri,” ungkapnya.

Kata Santoso, berpakaian jadul dalam peringatan hari jadi Kota Blitar adalah sebagai bentuk kebanggaan terhadap budaya asli Indonesia. Meski saat ini tengah menghadapi era revolusi industri yang serba komputerisasi, dengan begitu kita tidak melupakan jati diri sebagai bangsa Indonesia yang Pancasilais dan menghargai kebhinekaan.

Selanjutnya, ia juga mengintruksikan, selama 7 hari, mulai tanggal 1 April hingga 7 April 2019 mendatang untuk tetap menggunakan pakian jadul.

“Salah satunya berpakaian jadul yang kita terapkan satu bulan penuh di Bulan April bagi ASN di Kota Blitar dan para siswa, merupakan wujud implementasi kepribadian di bidang kebudayaan,” pungkasnya.(hms).

Artikel ini telah dibaca 4335 kali

loading...
Baca Lainnya

Tipu Nasabah, Kakak Beradik Jadi Pesakitan

SURABAYA – Dua bersaudara yaitu Anggraini Puspitasari dan Arieke Iswanti, akhirnya menjadi pesakitan di PN...

21 Oktober 2019, 19:26 WIB

Penyidik Polres Sampang Dilaporkan Ke Propam. Terkait Kasus Penyerangan Dan Pengerusakan Kantor Media

Surabaya – Merasa kecewa dengan kinerja penyidik Reskrim Polres Sampang, akhirnya kepala wilayah media Jawapes...

20 Oktober 2019, 18:16 WIB

Permudah Layanan Paspor , Kantor Imigrasi Buka ULP Di BG Juntion

SURABAYA – Warga Surabaya kini benar benar dimanjakan oleh Imigrasi. Saat ini masyarakat yang akan...

16 Oktober 2019, 15:20 WIB

Maraknya Judi Stasiun Wonokromo, KAI Berjanji Akan Lakukan Gebrakan Selama 1 Bulan

Surabaya – Stasiun Wonokromo nampaknya menjadi surga para pejudi dan pelaku prostitusi kelas teri. Setiap...

15 Oktober 2019, 07:57 WIB

Simpan Sabu Pemuda Donowati Dituntut 6 Tahun Penjara

SURABAYA – Eko Siswanto alias Ajis (35) terdakwa narkoba asal Donowati,IV Surabaya akhirnya dituntut 6...

15 Oktober 2019, 00:37 WIB

Simpan Narkoba Di Dalam Bra, Gadis Asal Lamongan Jadi Terdakwa, Diancam 12 Tahun Penjara

SURABAYA – Hanya karena menyimpan sabu sabuvfalam bra gadis mungil asal Lamongan Novita Yulia Ningsih...

15 Oktober 2019, 00:18 WIB

loading...