Selasa, 2 April 2019 - 20:39 WIB

Dana Desa Segera Cair, DPMD Kabupaten Blitar Gelar Bimtek

Blitar.deliknews – Kemampuan Pemerintah Desa untuk melakukan pelaporan pertangagungjawaban keuanganya sangatlah bervariatif, artinya secara Sumber Daya Manusia (SDM) masih belum mumpuni. Untuk itu Pemkab Blitar melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (PMD) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) selama tiga hari di jogya.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh dinas PMD Kabupaten Blitar, yang dibuka langsung oleh Bupati Blitar Drs.H.Rijanto MM dan dimulai 27 April sampai 29 April 2019 guna mendekatkan kepada narasumber yang diambil dari Balai Besar Pemerintahan dan dari Kementrian Dalam Negeri.

“Pelaksanaan kegiatan di karenakan menggunakan event organizer (EO) dari Brawijaya dan ditetapkan di Jogya.” ungkap Kepala Dinas PMD Kabupaten Blitar Mujianto, melalui Kabid Pemerintahan Desa, Dwi Novyanto, Selasa (2/4/2019) di kantornya.

“Selain efisiensi waktu juga anggaran, menyelenggarakan sendiri dengan sistem lelang malah rumit dan boros anggaran. Sebaliknya melalui EO dengan penawaran dan kosep yang jelas, hal itu sangat mudah dan irit anggaran, sehingga diperbolehkan oleh aturan.” sambung Dwi.

Disinggung soal materi bimtek, kabid pemerintahan desa itu mengatakan, Bimtek yang diselenggarakan adalah soal perencanaan pembangunan desa dan pelaporan kinerja pemerintah desa bagi kepala desa tahun 2019.

Selain itu, alasanya untuk menghadapi pencairan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2019 yang mana sesuai aturan, jika dana dari pusat melalui Rekening Kas Umum Negara (RKUN) sudah ditransfer ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD), selama 7 hari harus sudah diserap oleh masing – masing desa.

Percepatan pembuatan Peraturan Desa (Perdes) Tentang Kewenangan, juga disampaikan Dwi menjadi masalah prioritas selanjutnya. Dimana DPMD harus segera menyelenggarakan bimtek lagi dengan narasumber dari Departemen Dalam Negeri (Depdagri).

Pelaporan melalui aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) secara online, menjadi alasan untuk diadakan bimtek lagi dengan skala yang lebih besar.

“Serba repot, kita sudah sering mengadakan bimtek dengan skala lokal. Namun bagian admitrasi peloporan yang ada di desa sedang berjalan, kadang malah di ganti, ini membuat kita memulai lagi. Apalagi dengan berkembangan jaman, sistem online memudahkan untuk peloporan pertanggungjawaban keuangan yang tidak harus riwa – riwi ke dinas untuk melaporkan hasil kegiatanya,” pungkas Dwi.(kmf)

Artikel ini telah dibaca 4405 kali

loading...
Baca Lainnya

Tipu Nasabah, Kakak Beradik Jadi Pesakitan

SURABAYA – Dua bersaudara yaitu Anggraini Puspitasari dan Arieke Iswanti, akhirnya menjadi pesakitan di PN...

21 Oktober 2019, 19:26 WIB

Penyidik Polres Sampang Dilaporkan Ke Propam. Terkait Kasus Penyerangan Dan Pengerusakan Kantor Media

Surabaya – Merasa kecewa dengan kinerja penyidik Reskrim Polres Sampang, akhirnya kepala wilayah media Jawapes...

20 Oktober 2019, 18:16 WIB

Permudah Layanan Paspor , Kantor Imigrasi Buka ULP Di BG Juntion

SURABAYA – Warga Surabaya kini benar benar dimanjakan oleh Imigrasi. Saat ini masyarakat yang akan...

16 Oktober 2019, 15:20 WIB

Maraknya Judi Stasiun Wonokromo, KAI Berjanji Akan Lakukan Gebrakan Selama 1 Bulan

Surabaya – Stasiun Wonokromo nampaknya menjadi surga para pejudi dan pelaku prostitusi kelas teri. Setiap...

15 Oktober 2019, 07:57 WIB

Simpan Sabu Pemuda Donowati Dituntut 6 Tahun Penjara

SURABAYA – Eko Siswanto alias Ajis (35) terdakwa narkoba asal Donowati,IV Surabaya akhirnya dituntut 6...

15 Oktober 2019, 00:37 WIB

Simpan Narkoba Di Dalam Bra, Gadis Asal Lamongan Jadi Terdakwa, Diancam 12 Tahun Penjara

SURABAYA – Hanya karena menyimpan sabu sabuvfalam bra gadis mungil asal Lamongan Novita Yulia Ningsih...

15 Oktober 2019, 00:18 WIB

loading...