Bisakah KPK Tangkap Gubernur Jatim, Khofifah? Ini Jawabannya

  • Whatsapp
Khofifah saat pelantikan (Ist)

Surabaya – Gubernur Jatim terpilih, Khoifah Indar Parawansa (KIP) mulai was-was dan panas dingin, ini karena Gubernur perempuan pertama di Jatim itu sedang terseret kasus jual beli jabatan.

Khofifah terkena imbas pasca penangkapan Romahurmuziy ketum PPP di Hotel Bumi Surabaya, minggu lalu, dalam kasus itu Romi menyebutkan jika Khofifah pernah merekomendasikan seseorang untuk menduduki posisi kepala Kemenag Wilayah Jatim.

Muat Lebih

Meski nama Khofifah disebut Romi, KPK sepertinya belum mau terburu-buru menindaklanjuti, ataukah KPK hanya memberikan waktu untuk khofifah.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menegaskan, Nama-nama atau informasi-informasi atau hal-hal lain itu sebenarnya bisa disampaikan langsung kepada penyidik kalau memang relevan,.kata Febri.

Febri mengatakan, penyidik tentunya lebih dulu menilai relevansi nama-nama yang disebutkan Rommy sebelum melakukan penyidikan. Apakah nama-nama tersebut masuk dalam pokok perkara atau tidak.

“Setiap tersangka bisa saja menyebut nama-nama, siapa pun mereka. Tapi KPK punya tanggung jawab untuk menilai relevansinya dengan kasus,” ujarnya.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Rommy dan Haris sebagai tersangka kasus jual beli jabatan di lingkungan Kemenag. Selain itu, Kakanwil Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahad turut ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang sama.

Kasus ini terungkap setelah KPK menangkap Rommy dan dua tersangka lain, beberapa waktu lalu. Dalam OTT itu, KPK menyita uang sebesar Rp 156 juta. Uang suap tersebut diterima Rommy dari Muafaq dan Haris untuk memuluskan jabatan mereka di Kanwil Kemenag Jatim.

Pos terkait

loading...