Rabu, 30 Januari 2019 - 08:00 WIB

Penderita Demam Berdarah Capai Angka Ribuan, Dinkes Jatim Belum Tetapkan Status KLB

SURABAYA – Tingginya penderita demam berdarah yang mencapai Ribuan pederita tidak membuat Dinas Kesehatan Jatim memberlakukan status kejadian luar biasa (KLB). Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Jatim ini dirasakan cukup kritis. Sebab, tercatat ada 2.660 penderita dan 46 orang meninggal dunia selama bulan Januari 2019.

Kepala Dinas Kesehatan Jatim Kohar Heri Santoso mengatakan bahwa pihaknya memang saat ini belum menetapkan KLB untuk wilayah Jatim keseluruhan. Namun, beberapa daerah sudah mulai memberlakukan KLB karena angkanya yang sudah memenuhi kriteria. ” Kita belum menetapkan KLB untuk wilayah Jatim keseluruhan dikarenakan tidak semua kabupaten atau kota kondisinya seperti itu. Kami lebih cenderung spesifik kepada daerah yang peningkatannya signifikan. Nanti daerah yang tidak signifikan dinyatakan KLB juga tidak pas. Tapi kami tetap memantau secara khusus,” katanya

Kohar mengungkapkan salah satu daerah yang menyatakan KLB adalah Ponorogo karena adanya peningkatan kasus secara signifikan dan telah ada tiga pasien DBD yang ditetapkan meninggal dunia pada awal 2019.
“Artinya akan ada gerakan yang besar untuk mengatasi DBD. Nanti Jatim akan memberikan dukungan agar Ponorogo bisa menyelesaikan permasalahan ini,” ujarnya.

Dari data yang didapatkan bahwa di beberapa daerah Jawa Timur menyebutkan bahwa di kabupaten Kediri ada korban meninggal di awal tahun 2019 dari 271 kasus, 12 di antaranya meninggal dunia.Namun , belum ada pengakuan KLB di kabupaten tersebut.

Sementara Tulungagung menjadi daerah dengan kasus terbanyak kedua dengan 249, dimana tiga orang di antaranya meninggal dunia dan Bojonegoro menyusul dengan 177 kasus, dimana ada empat orang meninggal dunia. Dari data tersebut dinyatakan bahwa Jatim menduduki ranking no lima kasus DBD paling banyak

Melihat hal ini Kohar justru menyatakan memang ada kenaikan kasus DBD tersebut dan hal ini tidaklah terlalu penting . Hal ini dikarenakan faktor cuaca “Jumlah kasus DBD pada Januari tahun ini dibanding tahun lalu cenderung lebih tinggi. Hal itu disebabkan beberapa faktor seperti musim, lingkungan dan kondisi masyarakat,Tapi hal itu tidaklah terlalu penting ” ujarnya.

Kohar menambahkan bahwa hal yang paling terpenting adalah tindakan dalam penanganan kasus tersebut dan tidak perlu mengutarakan bahwa hal ini adalah kasusu luar biasa “Peringkat berapapun harus menghadirkan gerakan agar masyarakat tidak sakit, seperti upaya pencegahan dan memberi pemahaman masyarakat agar tidak ketularan,” kilahnya

Selain itu, puskesmas dan rumah sakit yang ada di daerah diminta lebih waspada dengan memeriksa penderita DBD dengan lebih baik.(zm)

Artikel ini telah dibaca 543 kali

loading...
Baca Lainnya

Komandan Puslatpurmar 9 Animha Tuban Bantu Evakuasi Warga Korban Gelombang Tinggi Di Bancar

Tuban – Dampak gelombang tinggi di perairan laut Jawa mengakibatkan beberapa rumah nelayan di daerah...

12 Juli 2020, 13:16 WIB

Setiajit Bakal Bagikan 350 Ribu Masker Di Tuban

Tuban – Sebagai anggota Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Jawa Timur, Setiajit terus berupaya...

11 Juli 2020, 23:01 WIB

SIG Terapkan Teknik Reklamasi Sistem Baru di Lahan Pascatambang Pabrik Tuban

Tuban – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berkomitmen selalu menjaga kelestarian alam dalam menjalankan...

10 Juli 2020, 17:44 WIB

Sekda Tuban Buka Studi Amdal Pembangunan Kilang Minyak Di Tuban

Tuban – Kegiatan Konsultasi Publik yang ke-2 terkait Studi Amdal Pembangunan dan Pengoperasian kilang minyak...

6 Juli 2020, 23:04 WIB

PWI Tuban Bagikan 1000 Masker Kepada Pengguna Jalan, Ponpes dan Ta’mir Masjid

TUBAN – Pengurus dan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tuban membagikan 1000 masker kepada...

27 Juni 2020, 13:47 WIB

UMKM Binaan SIG Melakukan Inovasi Produk di Masa Pandemi Covid-19

Tuban – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus berupaya meningkatkan kinerja Usaha Mikro, Kecil...

25 Juni 2020, 23:55 WIB

loading...