Jawa Timur

Jumat, 14 Desember 2018 - 04:55 WIB

5 bulan yang lalu

logo

Kurangi Kegiatan Retenir, Ijon Dan Gadai Gelap Di Masyarakat, Bupati Blitar Bentuk Badan Kredit Desa (BKD) Menjadi PT Lembaga Keungan Mikro (LKM)

Blitar – Musyawarah Antar Desa (MAD) kali ini adalah, terkait Transformasi Badan Kredit Desa (BKD) menjadi PT Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dan sekaligus menerima ijin usaha lembaga mikro menjadi PT. LKM BKD dari Otoritas Jasa Keuangan(OJK) Kediri. Adapun musyawarah digelar pada tanggal 12 Desember 2018 kemarin di Hotel Grand Masion Kota Blitar.

Hadir pada kegiatan tersebut Bupati Blitar Drs. H. Rijanto MM, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Mujianto, perwakilan dari OJK Kediri, para pengurus BKD, Camat dan beberapa kepala desa dan dari Perbankan.

Bupati Blitar Rijanto memberikan apresiasi kepada pengurus BKD dan DPMD selaku fasilitator yang telah berjuang dalam rangka capaian mencapai ijin usaha lembaga keuangan mikro. Kegiatan ini tentunya berorientasi pada sisi keuangan maka pengelola harus amanah dengan berdirinya PT. LKM BKD.

Beliau berpesan kepada pengurus PT. LKM BKD yakni untuk bekerja dengan amanah dan bagaimana memarketkan PT LKM BKD ini menjadi PT yang bisa dan dapat diterima oleh masyarakat, PT yang handal dan dapat bermanfaat untuk masyarakat, ” tuturnya saat memberikan sambutan pada musyawarah antar desa.

hal tersebut disampaikan Bupati Blitar Rijanto pada acara musyawarah antar desa dan penyerahan ijin usaha lembaga Keuangan mikro.

Karena ini merupakan lembaga keuangan maka pengurus harus memiliki kejujuran yang diutamakan, kemudian juga konsisten atau ketekunan para pengurus dan berani menentukan melalui kajian dan penelitian, ” tandas Bupati Blitar Rijanto.

Ia menuturkan dengan penyerahan ijin usaha lembaga keuangan mikro ini maka PT. LKM BKD ini harus bekerja maksimal dan dapat berkomunikasi dengan Bumdes dan lembaga keuangan yang dapat dikelola dengan baik, amanah, jujur dan saya yakin kedepan akan berkembang lebih baik lagi, ” tambah Rijanto.

Perwakilan dari Kantor OJK Kediri menuturkan untuk pengembangan perekonomian di desa ini belum maksimal karena banyak potensi-potensi yang memang masih terkendala untuk dikembangkan baik itu dari sisi akses modal selain modal juga pemasaran juga masih terkendala termasuk kualitas standar mutunya harus ditingkatkan lagi agar konsisten.

Ia berharap dengan adanya Lembaga Keuangan Mikro PT. LKM BKD ini bisa memfasilitasi usaha mikro kecil menengah (UMKM) di desa, menggerakan perekonomian desa dengan fasilitas pembiayaan yang lebih mudah kemudian murah sehingga masyarakat terhindar dari renternir dan ijon.

Perlu diketahui, lembaga BKD yang ada di desa itu, menurut Bupati, lahir pada jaman belanda. Berawal dari iuran masyarakat berupa zakat, sumbang dari penduduk dan hasil panen, yang pada waktu dibentuklah ” lumbung desa “. Tujaanya untuk menimalisir masalah ijon, rentenir, gadai gelap dan kegiatan serupa yang ada di masyarakat. Seiring waktu berubahlah menjadi Badan Kredit Desa (BKD) tahun 1904.

Dan didalam perkembanganya, melalui Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia (BI) no. 31/63/KEP/ DIRR tertanggal 9 juni 1998 ditunjuk BRI sebagai pelaksananya.

” Ahamdulilah Kabupaten Blitar mempuyai 78 lembaga BKD di kelurahan maupun Desa, ” pungkasnya. (adv.hms)

Artikel ini telah dibaca 143 kali

Baca Lainnya
loading…