Kamis, 8 November 2018 - 20:33 WIB

Saling Debat, Antara Saksi Verbalisan Dengan Penasehat Hukum Pada Sidang Kasus Narkotika Di Blitar

Blitar – Sidang kasus perkara narkotika yang digelar pada hari Rabo (7/11) kemarin di Pengadilan Negeri Blitar an. David Hermawan Alias Kasisi Bin Herwinto dengan menghadirkan saksi mantan Kasat Narkoba Polres Kota Blitar AKP Huwahilla W, yang di hadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Roro Hartini SH, diwarnai saling debat dengan Suhadi, SH. M. Hum selaku Kuasa Hukum (KH) tersangka. sehingga Hakim Ketua Fransiskus Wilfrirdus Mamo SH terpaksa memperingatkan.

Di dalam persidangan, tersangka melalui Penasehat Hukumnya menyangkal apa yang telah ada pada Berita Acara Penyidikan (BAP) dengan yang diuturakan saksi di persidangan, adanya perbedaan kesaksian.

” Kami semakin gamblang atas kesaksian verbalisan hari ini, dimana penuh adanya rekayasa pada penangkapan saudara Davit selaku klein kami. Namun kami tidak mengatakan bahwa tersangka dijebak atau dengan kata – kata lainya, ” ungkap Suhadi selaku Penasehat Hukum (PH) tersangka.

Dari keterangan Penasehat Hukum tersangka, Saksi verbalisan (red, mantan Kasat Narkoba Polres Kota Blitar AKP Huwahilla W) yang juga sebagi penyidik, menyangkal atas tuduhan yang di lontarkan PH.

” Dalam hal ini, apa yang diutarakan tersangka melalui Penasehat Hukumnya adanya perbedaan dalam isi (BAP) itu sah – sah saja. Yang jelas apa yang telah tertuang dalam (BAP) seperti apa yang ada dalam proses penyidikan dan sesuai prosedur, ” Kilah Huwahilla selepas persidangan.

Lebih lanjut, menurut Penasehat Hukum Suhadi, aparat peneggak hukum yang terdiri dari Pengadilan (hakim) , Kejaksaan (JPU) dan Polisi (penyidik) di dalam melaksanakan proses penerapan hukum, jika, kurangnya keilmun akan berpotensi 3 hal. Yaitu, pertama tindakan sewenang wenang, kedua menyalahgunakan kewenangan dan melebihi kewenangan. Dan ini nantinya akan berpengaruh pada proses peradilan.

” Tidak semua orang yang menjadi tersangka dalam persidangan itu mesti ” dihukum “. Namun di dalam persidangan harus di analisa sampai hakim pada sebuah keputusan” tuturnya.

Suhadi menanggapi bahwa seseorang yang terjerat kasus narkotika harus dilakukan tes urin. Jika dinyatakan positif berhak dilakukan rehabilitasi yang telah di atur dalam perundang – undangan, tanpa mengesampingkan dakwaan.

Bahwa tersangka David di dalam persidangan ini, dijerat pasal 112 UU Narkotika yaitu memiliki, menyimpan, menguasi atau menyediakan Narkotika Golongan 1 bukan tanaman.

Artikel ini telah dibaca 225 kali

loading...
Baca Lainnya

Tipu Nasabah, Kakak Beradik Jadi Pesakitan

SURABAYA – Dua bersaudara yaitu Anggraini Puspitasari dan Arieke Iswanti, akhirnya menjadi pesakitan di PN...

21 Oktober 2019, 19:26 WIB

Penyidik Polres Sampang Dilaporkan Ke Propam. Terkait Kasus Penyerangan Dan Pengerusakan Kantor Media

Surabaya – Merasa kecewa dengan kinerja penyidik Reskrim Polres Sampang, akhirnya kepala wilayah media Jawapes...

20 Oktober 2019, 18:16 WIB

Permudah Layanan Paspor , Kantor Imigrasi Buka ULP Di BG Juntion

SURABAYA – Warga Surabaya kini benar benar dimanjakan oleh Imigrasi. Saat ini masyarakat yang akan...

16 Oktober 2019, 15:20 WIB

Maraknya Judi Stasiun Wonokromo, KAI Berjanji Akan Lakukan Gebrakan Selama 1 Bulan

Surabaya – Stasiun Wonokromo nampaknya menjadi surga para pejudi dan pelaku prostitusi kelas teri. Setiap...

15 Oktober 2019, 07:57 WIB

Simpan Sabu Pemuda Donowati Dituntut 6 Tahun Penjara

SURABAYA – Eko Siswanto alias Ajis (35) terdakwa narkoba asal Donowati,IV Surabaya akhirnya dituntut 6...

15 Oktober 2019, 00:37 WIB

Simpan Narkoba Di Dalam Bra, Gadis Asal Lamongan Jadi Terdakwa, Diancam 12 Tahun Penjara

SURABAYA – Hanya karena menyimpan sabu sabuvfalam bra gadis mungil asal Lamongan Novita Yulia Ningsih...

15 Oktober 2019, 00:18 WIB

loading...