Sabtu, 20 Oktober 2018 - 07:15 WIB

Bakal Seru, Kasus Surat Palsu KPK Di Blitar

BLITAR – Pentolan aktivis anti korupsi yang mengatasnamakan KRPK Blitar, Moh. Trijanto yang dilaporkan menyebar kabar bohong (hoax), mendapatkan dukungan pengacara M. Sholeh, untuk melawan laporan Agus Sunanto Kabag Hukum Kabupaten Blitar Kuasa dari Bupati Blitar.

Aktivis anti korupsi tersebut, dilaporkan oleh Bupati Blitar, Drs. H Rijanto, MM ke polisi, karena dituduh menyebarkan berita bohong ke Media Sosial (medsos) tentang surat pemanggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) palsu.

M. Sholeh, advokat kawakan yang menurut kabar sudah melalang buana di Mahkamah Konstitusi (MK) itu, sekarang resmi menjadi sebagai kuasa hukum Triyanto. ” Iya betul (menjadi kuasa hukum Moh Triyanto) ,” akunya, Jumat (19/10).

Patut sekiranya kita tahu rekam jejaknya siapa Dia ?. sepak terjangnya di MK lewat postingan di dunia maya orang sepertinya sudah pada tahu, dan hampir semua kasusnya selalu di menangkan. Yang paling monumental adalah berubahnya sistem nomor urut menjadi suara terbanyak pada pemilu legislatif tahun 2009 (dan berlanjut sampai sekarang).

Selain itu, dengan kemampuan keilmuanya mampu memenangkan separti, Eks aktivis PRD (Partai Rakyat Demokratik) itu juga pernah menjadi pengacara penggugat Pilkada Jakarta dua putaran. Mengawal kasus hilangnya 100 penumpang kapal motor Senopati di perairan Semarang tahun 2007 dan yang terbaru dia memenangkan gugatan Pilkada Sampang tahun 2018, di mana pemungutan suara harus diulang.

Hari ini Sholeh akan melawan Bupati Blitar Rijanto yang melaporkan kliennya menyebarkan kabar hoax surat palsu KPK. “Saat ini saya tengah mempelajari kasusnya,” katanya.

Sholeh melihat kasus kliennya lebih bernuansa politik dari pada persoalan hukum. Diduga pengusutan lebih pada target membungkam isu korupsi yang selama ini gencar disuarakan kliennya di Kabupaten Blitar. Karenanya dirinya merasa terpanggil untuk melakukan advokasi hukum.

Dugaan itu semakin kuat ketika dia menemukan sejumlah kejanggalan dari surat panggilan yang dikeluarkan Polres. “Kasus ini memiliki nuansa politis yang kental. Dari surat panggilannya saja ada banyak yang janggal. Karenanya harus dilawan,” tegasnya.

Rencananya Sholeh bersama Triyanto akan memenuhi panggilan Polres Blitar, Senin (22/10). Sebab sesuai jadwal panggilan Sabtu (20/10), kliennya belum berada di Blitar. Karenanya dirinya sudah berkomunikasi untuk meminta pengunduran jadwal pemeriksaan Senin (22/10).

Seperti diberitakan, Pemkab Blitar dihebohkan adanya surat panggilan dari KPK. Panggilan terkait dugaan kasus gratifikasi itu ditujukan kepada Bupati Blitar Rijanto, Ketua DPRD Kabupaten Blitar Suwito Saren Satoto, dan staf Dinas PUPR.

Usut punya usut termasuk klarifikasi langsung ke KPK, surat panggilan itu dipastikan palsu. Bupati kemudian memutuskan melaporkan dugaan penyebaran kabar bohong (hoax) ke Polres Blitar. (red, sumber berita dari segala sumber)

Artikel ini telah dibaca 160 kali

loading...
Baca Lainnya

Permudah Layanan Paspor , Kantor Imigrasi Buka ULP Di BG Juntion

SURABAYA – Warga Surabaya kini benar benar dimanjakan oleh Imigrasi. Saat ini masyarakat yang akan...

16 Oktober 2019, 15:20 WIB

Maraknya Judi Stasiun Wonokromo, KAI Berjanji Akan Lakukan Gebrakan Selama 1 Bulan

Surabaya – Stasiun Wonokromo nampaknya menjadi surga para pejudi dan pelaku prostitusi kelas teri. Setiap...

15 Oktober 2019, 07:57 WIB

Simpan Sabu Pemuda Donowati Dituntut 6 Tahun Penjara

SURABAYA – Eko Siswanto alias Ajis (35) terdakwa narkoba asal Donowati,IV Surabaya akhirnya dituntut 6...

15 Oktober 2019, 00:37 WIB

Simpan Narkoba Di Dalam Bra, Gadis Asal Lamongan Jadi Terdakwa, Diancam 12 Tahun Penjara

SURABAYA – Hanya karena menyimpan sabu sabuvfalam bra gadis mungil asal Lamongan Novita Yulia Ningsih...

15 Oktober 2019, 00:18 WIB

Dr.Muhammad Dofir SH.MH Pimpin Kejaksaan Tinggi JawaTimur

SURABAYA – Rotasi pimpinan di Kejaksaan Tinggj Jawa Timur akhirnya bergulir. Dr Sunarta SH., MH...

14 Oktober 2019, 23:46 WIB

Hindari Politik Uang, Bupati Blitar Ajak Deklarasi Damai

Blitar.deliknews – Terkait Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang bakal digelar 15 Oktober 2019 mendatang...

Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Suwito Saren Satoto. (foto/Bang Jun)

10 Oktober 2019, 18:01 WIB

loading...