Selasa, 25 September 2018 - 06:45 WIB

Dinilai Syarat KKN, Di Soal LSM GAKI

Tulungagung – Lembaga Sosial Masyarakat ( LSM ) yang mengatasnamakan Gerakan Anti Korupsi Independen (GAKI) Blitar, setelah melayangkan surat somasi ke Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tulungagung, terkait dugaan KKN dan penyalahgunaan jabatan dalam proyek lelang tahun 2014 tidak direspon. Maka terkait hal tersebut rencananya dalam minggu ini akan melaporkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Pasalnya, GAKI menemukan adanya dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan dalam proyek lelang Pembuatan Sumur Air Tanah Dalam di Desa Kedungcangkring Kecamatan Pagerwojo, Pembangunan Sumur Air Tanah Dalam Desa Ngepeh, Kecamatan Bandung, Pembangunan Sumur Air Tanah Dalam Desa Gondosuli Kecamatan Gondang dan pembuatan Sumur Air Tanah Dalam di Desa Tunggangri Kec. Kalidawir.

Menurut aktivis LSM GAKI,Tedy Basuki SH, proyek yang dialokasikan melalui APBD tahun 2014 itu, rata-rata senilai 300 jutaan lebih, Ke empat proyek lelang tersebut berada di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura di Kabupaten Tulungagung. Ironis sekali, dimenangkan hanya oleh satu nama CV yaitu CV Duta Pembangunan. Dugaan kuat proyek tersebut sarat dengan persekongkolan ( Bid Rigging), karena peserta yang ikut lelang mayoritas namanya Cv sama karena diduga dalam satu kendali,” ungkapnya.

foto : tampak kondisi disekitar sumur kering kerontang indikasi tak pernah dipergunakan dan tidak bermanfaat

Selain itu, lanjut Tedy, mengungkapkan, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tulungagung selaku kuasa pengguna anggaran, diduga melanggar Perpres No 4 tahun 2015 tentang pengadaan barang dan jasa yang secara jelas mengatur indikator persengkokolan dalam tender. Diantaranya, adanya keikutsertaan beberapa penyedia barang/jasa yang berada dalam 1 (satu) kendali,” tegasnya.

Dari berkas laporan yang diterima media ini, LSM GAKI Jawa Timur setelah melaporkan dugaan persekongkolan dan penyimpangan, meminta agar para penegak hukum dalam hal ini Kejati Jawa Timur, segera melakukan pemanggilan serta memeriksa Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tulungagung, Ir Suprapti, pihak CV Duta Pembangunan Tulungagung dan pihak-pihak yang terlibat tanpa tebang pilih. Pasalnya, perbuatan mereka terindikasi melakukan korupsi dan perbuatan melawan hukum yang merugikan keuangan negara. Disinyalir ada indikasi adanya tender bebas tidak transparan, yang penuh dengan titipan, sehingga banyak akal akalan dalam pemenangan lelang proyek.

Berdasarkan hasil investigasi GAKI dilokasi proyek, ditemukan Pembangunan Sumur Air Tanah Dalam Desa di Desa Tunggangri Kec. Kalidawir Kab Tulungagung Th 2014 sudah setahun ini kondisinya mangkrak tidak dipergunakan, disamping debit air tidak bisa mengairi areal persawahan juga biaya bayar listrik tidak terjangkau. Petani penggarap sawah penerima bantuan program Sumur Air Tanah Dalam dari Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Tulungagung Th 2014 mengeluhkan keberadaan sumur yang sejak dibangun tidak pernah dimanfaatkan. Hal tersebut menurut petani selain faktor teknis juga borosnya pulsa listrik yang tidak seimbang dengan hasil pertanian. Bahkan petani setempat sebenarnya tidak memerlukan sumur air tanah dalam, karena areal pertanian mereka bukan merupakan areal sawah yang ditanami padi, melainkan ditanami polowijo yang tidak membutuhkan air banyak.

Kondisi yang sama terjadi terhadap Pembangunan Sumur Air Tanah Dalam Desa Gondosuli Kecamatan Gondang Kab Tulungagung. Sumur tak dapat difungsikan sebagaimana mestinya karena tidak mengeluarkan air sama sekali alias kering kerontang. Hal ini tentu terkesan membuang-buang anggaran dan tidak bermanfaat. Warga sekitar pun merasa seperti tidak pernah menikmati bantuan sumur tersebut. Padahal mereka berharap adanya ketersediaan air untuk mengairi sawahnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tulungagung, Ir Suprapti saat dikonfirmasi dikantornya, Senin (24/9/2018) tidak berada ditempat. Menurut Kasubag Perencana Kristin kepala dinas baru ada acara kegiatan kantor ke Malang. (berita kiriman,Anton detiksyber.com)

Artikel ini telah dibaca 227 kali

loading...
Baca Lainnya

Permudah Layanan Paspor , Kantor Imigrasi Buka ULP Di BG Juntion

SURABAYA – Warga Surabaya kini benar benar dimanjakan oleh Imigrasi. Saat ini masyarakat yang akan...

16 Oktober 2019, 15:20 WIB

Maraknya Judi Stasiun Wonokromo, KAI Berjanji Akan Lakukan Gebrakan Selama 1 Bulan

Surabaya – Stasiun Wonokromo nampaknya menjadi surga para pejudi dan pelaku prostitusi kelas teri. Setiap...

15 Oktober 2019, 07:57 WIB

Simpan Sabu Pemuda Donowati Dituntut 6 Tahun Penjara

SURABAYA – Eko Siswanto alias Ajis (35) terdakwa narkoba asal Donowati,IV Surabaya akhirnya dituntut 6...

15 Oktober 2019, 00:37 WIB

Simpan Narkoba Di Dalam Bra, Gadis Asal Lamongan Jadi Terdakwa, Diancam 12 Tahun Penjara

SURABAYA – Hanya karena menyimpan sabu sabuvfalam bra gadis mungil asal Lamongan Novita Yulia Ningsih...

15 Oktober 2019, 00:18 WIB

Dr.Muhammad Dofir SH.MH Pimpin Kejaksaan Tinggi JawaTimur

SURABAYA – Rotasi pimpinan di Kejaksaan Tinggj Jawa Timur akhirnya bergulir. Dr Sunarta SH., MH...

14 Oktober 2019, 23:46 WIB

Hindari Politik Uang, Bupati Blitar Ajak Deklarasi Damai

Blitar.deliknews – Terkait Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang bakal digelar 15 Oktober 2019 mendatang...

Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Suwito Saren Satoto. (foto/Bang Jun)

10 Oktober 2019, 18:01 WIB

loading...