Sabtu, 18 Agustus 2018 - 14:45 WIB

Mengenal Lebih Jauh Blitar, Kota Makam Raja – Raja ( Candi Simping)

Blitar – Candi Simping atau Candi Sumberjati adalah sebuah candi yang terletak di Dusun Krajan, Desa Sumberjati, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Indonesia. Candi ini merupakan makam Raden Wijaya yang wafat tahun 1309.

Penegasan tentang keberadaan candi ini tertulis dalam Kitab Negarakertagama Pupuh XLVII/3 bagian yang ketiga, yang berbunyi:

…. tahun Saka surya mengitari bulan (1231 Saka atau 1309 M), Sang Prabu (Raden Wijaya) wafat, disemayamkan di dalam pura Antahpura, begitu nama makam dia, dan di makam Simping ditegakkan arca Siwa…

Foto : gapura candi waktu masih utuh

Sisa bangunan candi utama yang masih tersisa saat ini, candi ini hanya berupa lantai pondasinya saja, sementara bangunan utuhnya telah runtuh. Candi ini dibangun dengan bahan dasar batu andesit, berbeda dengan candi-candi yang ditemukan di wilayah Trowulan, Mojokerto.

Kontruksi gambar yang dibuat oleh Dinas Kepurbakalaan menggambarkan candi ini indah dan ramping meninggi. Pada batur candi setinggi 75 cm, panjang 600 dan lebar 750 cm ini terpahat relief berbagai macam binatang. Di antaranya Singa, angsa, merak , burung garuda, babi hutan dan kera.

Di sisi barat ada tangga (flight step) yang dulu digunakan sebagai jalan masuk ke ruang candi. Di tengah-tengah batur candi ini terdapat batu berbentuk kubus dengan ukuran 75 cmx 75 cm x 7cm5 cm. Pada bagian atas batu ini dipahat relief kura-kura dan naga yang saling mengkait mengitari batu tersebut.

Tak jelas apa guna atau fungsi batu berbentuk kubus ini. Para sejarawan memperkirakan batu ini berfungsi sebagai tempat sesajian untuk para desa.

Pada badan candi yang direkontruksi di halaman candi terdapat hiasan-hiasan bermotif sulur-suluran dan bunga. Sementara pada mustaka candi terdapat pelipit-pelipit garis dan bingkai padma (bunga teratai).

Dari rentuhan yang ada diperkirakan bentuk candi Simping ini ramping (slime) sebagaimana bentuk jandi-candi Jawa Timuran.

Di atas pintu utama dipahat kepala Kala yang kelihatan menyeramkan sebagai penjaga pintu Pahatan kepala kara ini, seperti umumnya kepala Kara model Jawa Timur-an, tidak dilengkapi dengan Makara.

Pada sisi utara, timur dan selatan terdapat cerukan yang masing-masing di atasnya juga terpahat patung Kala. Pahatan (patung) kepala Kala ini sekarang tampak berserakan di halaman candi. Di halaman candi sebelah timur laut terdapat tiga buah Lingga-Yoni kecil.

Tak jelas Lingga-Yoni ini dulu ditempatkan dimana. Hanya saja anehnya, pada bagian bawah Lingga untuk menancapkan ke Yoni ini tidak berbentuk silinder, tetapi segi empat. Sedangkan dibagian atas bersegi delapan. Di dekat Lingga-Yoni ini ada beberapa patung yang tak jelas patung siapa karena kepalanya sudah tidak ada sehingga tidak bisa dikenali.

Di sudut tenggara halaman candi terdapat patung singa yang duduk di atas padmasana. Sayang patung singa ini kepalanya sudah tidak ada, tinggal badanya saja.

Sedangkan di sebelah selatan batur candi terdapat sebuah lingga miniatur candi. Diduga kuat di sini ada patung Harihara yang kini tersimpan di musium Jakarta. Kondisi Candi Simping tidak memungkinkan untuk dipugar. karena terlalu banyak bagian candi yang hilang.

Kitab Negarakretagama menyebutkan candi itu merupakan tempat Raden Wijaya diperabukan. Akan tetapi, kitab itu juga menyebutkan bahwa Raden Wijaya diperabukan di Candi Brau Trowulan. Candi itu juga memiliki relief jenis pradasina, relief yang dibaca searah jarum jam. Biasanya relief pradasina tidak digunakan pada candi yang berfungsi sebagai makam.

Peneliti di Balai Arkeologi Yogyakarta Nurhadi Rangkuti menulis bahwa kakawin Nagarakretagama mencatat Kertarajasa meninggal pada tahun Saka 1231 (1309 M) dan di-dharma-kan di Simping dengan sifat Siwaitis dan di Antapura dengan sifat Budhistis.

Di Candi Simping itu sebenarnya ada arca setinggi 2 meter yang kini disimpan di Museum Nasional Jakarta. Dalam Negarakretagama disebutkan Hayam Wuruk berkunjung beberapa kali, hingga pada tahun Saka 1285 (1363 M) memindahkan candi makam Kertarajasa.

( Sumber berita : Wikepedia )

Artikel ini telah dibaca 286 kali

loading...
Baca Lainnya

Tekan Angka Kecelakaan, KAI Daop 8 Surabaya Sosialisasikan Keselamatan Perlintasan Kereta Api

Surabaya – Untuk menekan dan mengurangi angka kecelakaan di perlintasan yang masih sering terjadi setiap...

17 September 2019, 21:22 WIB

Sidang UU ITE Terkait Tudingan Korupsi Pegawai PT PELNI, Keterangan Saksi Memberatkan Terdakwa

SURABAYA – Sidang kasus vlog yang berisi kecaman terhadap pegawai PT.PELNI kembali digelar. Terdakwa Marita...

17 September 2019, 18:48 WIB

Pemkot Blitar Launching Uji Kir Berbasis IT

Blitar.deliknews – Pemerintah Kota Blitar melalui Dinas Perhubungan Kota Blitar melaunching layanan uji kendaraan bermotor...

17 September 2019, 13:48 WIB

Kabupaten Blitar Raih Penghargaan WTN 2019, Wabup Marhaenis Tingkatkan Kinerja

Blitar.deliknews – Pemerintah Kabupaten Blitar meraih penghargaan piala Wahana Tata Nugraha (WTN) dari Gubenur Jawa...

17 September 2019, 13:05 WIB

Pokmaswas Tuban Mengukuhkan Pokdarwis “Bhakti Mandiri” 

  Tuban – Malam 15 Suro di pantai Dwi Pakai BH Glondonggede Pokmaswas kabupaten Tuban...

16 September 2019, 21:05 WIB

Karnaval SCTV, Bupati Blitar Sapa Pedagang Asongan Dan Gerobak

Blitar.deliknews – Karnaval SCTV yang digelar mulai Sabtu (14/9’2019) – Minggu (15/9/2019) banyak menyedot perhatian...

15 September 2019, 23:55 WIB

loading...